Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

CENTRAL OMEGA (DKFT) Tunjuk Perusahaan BUMN China Untuk Bangun Smelter

PT Central Omega Resources Tbk. (DKTF) melalui anak usaha PT COR Industri Indonesia menunjuk dua perusahaan asal China untuk menggarap proyek pembangunan smelter nickel pig iron (NPI) di Morowali Utara Sulawesi Tengah.

Bisnis.com, JAKARTA--PT Central Omega Resources Tbk. (DKTF) melalui anak usaha PT COR Industri Indonesia menunjuk dua perusahaan asal China untuk menggarap proyek pembangunan smelter nickel pig iron (NPI) di Morowali Utara Sulawesi Tengah.

Kedua perusahaan tersebut adalah China National Machinery Import & Export Corporation dan China Machinery Industry Construction Group Inc. untuk melaksanakan engineering, procurement, adn construction (EPC) pada proyek tersebut.

Feni Silviani Budiman, Direktur DKTF, mengatakan CORII adalah anak perusahaan DKTF yang telah memiliki ijin prinsip pengolahan dan pemurnian mineral dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pemegang saham CORII saat ini adalah DKTF sebesar 60%, dan PT Macrolink Nickel Development, anak usaha Group Mackrolink sebesar 40%.

"CORII memiliki rencana untuk membangun smelter NPI dengan total kapasitas produksi sebesar 300.000 ton NPI per tahun," ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (11/2/2015).

CMC sebagai pelaksana EPC merupakan perusahaan milik pemerintah China yang berdiri sejak 1950. Saat ini, CMC memiliki hubungan bisnis di lebih dari 160 negara.

Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Direktur Utama CORII Ciho Darmawan Bangun dan Deputy General Manager of Complete Equipment Engineering Business Departement CMC Zhao Zhengxiang, serta Deputy General Manager SUNOCONST Li Xiaoping, Rabu (11/2/20015) di Jakarta.

CMC dan SINOCONST akan membangun smelter NPI tahap I dengan kapasitas produksi sebesar 100.000 ton per tahun. CORII telah menyediakan lahan seluas 250 Hektare di kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, tepatnya di mulut tambang nikel milik anak perusahaan, PT Itamatra Nusantara dan PT Mulia Pacific Resources.

Kebutuhan dana untuk pembangunan tahap I mencapai US$150 juta yang berasal dari penyertaan modal. Total investasi dari proyek smelter ini mencapai US$400 juta termasuk untuk pembangunan pabrik kokas.

CORII menargetkan smelter NPI tahap I sudah dapat berproduksi pada semester I/2016. Pada saat yang sama, pembangunan smelter tahap II dan pabrik kokas juga mulai dikerjakan.

Sementara itu, pembangunan smelter tahap III akan mulai dikerjakan pada 2017. Diharapkan, seluruh investasi proyek ini akan selesai pada 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Sukirno
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper