TINS Jual Saham Tanjung Alam Jaya US$30 juta

Perusahaa tambang pelat merah PT Timah (Persero) Tbk. dan anak usahanya PT Timah Investasi Mineral menjual saham PT Tanjung Alam Jaya kepada PT Duta Perwira Nusantara senilai US$30 juta setara Rp360 miliar.
Sukirno | 02 Desember 2014 18:50 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--Perusahaa tambang pelat merah PT Timah (Persero) Tbk. dan anak usahanya PT Timah Investasi Mineral menjual saham PT Tanjung Alam Jaya kepada PT Duta Perwira Nusantara senilai US$30 juta setara Rp360 miliar.

Direktur Utama PT Timah Sukrisno mengatakan, perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan PT Duta Perwira Nusantara (DPN) atas 9.375 lembar atau 50% saham dalam Tanjung Alam Jaya (TAJ). Perjanjian dilakukan pada 28 November 2014 lalu.

Kemudian, PT Timah Investasi Mineral (TIM) yang sahamnya dimiliki oleh TINS sebesar 90,9% pada saat yang sama juga telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan DPN atas 7.500 lembar atau 40% saham dalam TAJ.

"Berdasarkan hal tersebut, TINS dan TIM telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat atas 90% saham TAJ dengan total nilai transaksi sebesar US$30 juta," ungkapnya dalam keterangan resmi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (2/12/2014).

Transaksi tersebut, sambungnya, merupakan 7,23% dari ekuitas TINS per 31 Desember 2014. Dia menegaskan, transaksi itu bukan merupakan transaksi afiliasi dan material.

Pembayaran transaksi tersebut akan dilakukan oleh DPN secara bertahap, dimana tahap pertama DPN akan membayar sebesar US$1 juta pada 23 Desember 2014 dan US$1,5 juta pada 31 Januari 2015.

Sementara tahap kedua sebesar US$5 juta pada 31 Desember 2015, tahap ketiga sebesar US$5 juta pada 31 Desember 2016, tahap keemoat sebesar 5 juta pada 31 Desember 2017, dan terakhir tahap kelima sebesar US$12,5 juta pada 31 Desember 2018.

PT Tanjung Alam Jaya (TAJ) adalah anak usaha TINS yang memegang hak pengusahaan tambang batubara di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Pada sisi lain, anak usaha TINS yakni PT Timah Eksplomin dan PT Timah Investasi Mineral telah menggabungkan usaha yang efektif per 1 Desember 2014. "Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi karena kedua perusahaan dikendalikan sepenuhnya oleh perseroan," paparnya.

Tag : timah
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top