Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MNC Investama (BHIT) Kantongi Rp1,08 Triliun dari Private Placement

PT MNC Investama Tbk. meraup Rp1,08 triliun dari aksi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD).
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 15 September 2014  |  00:45 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT MNC Investama Tbk. meraup Rp1,08 triliun dari aksi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD).

Induk perusahaan investasi Grup MNC berkode saham BHIT itu baru saja menggelar aksi private placement dengan jumlah saham yang diterbitkan sebanyak 2,71 miliar di nilai nominal saham Rp100. Harga pelaksanaan penambahan modal tanpa HMETD sebesar Rp400 per saham. Dengan begitu, BHIT mengantongi Rp1,08 triliun.

Direktur MNC Investama Tien mengatakan seluruh dana hasil private placement dipakai untuk berpartisipasi dalam rights issue yang digelar anak usaha, PT MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP). BCAP sudah menggelar rights issue yang efektif 20 Juni 2014 dengan perolehan dana Rp2,35 triliun. BCAP melepas 2,62 miliar saham baru atau 65,6% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum terbatas (PUT) I di harga Rp900 per saham.

“Kami gunakan seluruhnya untuk ikut rights issue BCAP. Dengan begitu, kami tetap menjadi pemegang saham pengendali BCAP,” tutur Tien kepada Bisnis, Minggu, (14/9/2014).

Per akhir Agustus 2014, jumlah saham BHIT dalam BCAP sebanyak 73,22% atau sebanyak 1,2 miliar.

Keterbukaan informasi dari BHIT, Jumat, (12/9), menyebut setelah pelaksanaan penambahan modal tanpa HMETD jumlah saham biasa perseroan sebanyak 38,7 miliar. Sebelum pelaksanaan penambahan modal tanpa HMETD jumlah saham biasa perseroan sebanyak 35,99 miliar.

“Perkiraan jadwal penerbitan saham baru 22 September 2014,” tulis Direktur Utama MNC Investama Darma Putra via keterbukaan informasi, Jumat, (12/9).

Pemborong 2,71 miliar saham itu yakni Charlton Group Holdings Ltd. yang dikuasai Doncaster Holdings Group Limited dan Marco Prince Corp. yang dikuasai Express Cyber Ltd. Nantinya, Charlton Group Holdings dan Marco Prince masing-masing tidak termasuk dalam pemegang saham MNC Investama (BHIT) dalam kepemilikan saham 5% atau lebih. Dari aksi tersebut, pemegang saham lama berpotensi terdilusi maksimal sekitar 10%.

Sebelumnya, Charlton Group Holdings dan Marco Prince pernah memborong saham PT Bhakti Investama, nama lama MNC Investama, pada 2012 lewat mekanisme non-HMETD. Saat itu, Charlton dan Marco membeli 2,18 miliar atau setara 6,1% saham BHIT di harga Rp490 per saham. Total nilai transaksi Rp1,07 triliun. Penambahan modal tanpa HMETD itu efektif pada 16 Oktober 2012.

Dengan adanya transaksi tersebut, jumlah saham BHIT menjadi 35,68 miliar dari sebelumnya 33,49 miliar. Saat perseroan menerbitkan saham baru, BHIT juga melakukan investasi di sektor tambang batu bara dan akuisisi bank komersial.

MNC Kapital Indonesia peningkatan modal disetor dan modal ditempatkan perseoran melalui penawaran umum terbatas I (PUT I) dalam rangka penerbitan HMETD dengan jumlah sebanyak-banyaknya 2,62 miliar saham biasa atas nama atau sebesar 65,6% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah PUT I dengan nilai nominal Rp100 tiap saham yang ditawarkan dengan harga Rp900. tiap saham. Total Rp2,35 triliun. Pernyataan pendaftaran efektif dari OJK dikantongi pada 27 Juni 2014.

MNC Kapital Indonesia merupakan salah satu pemegang saham pengendali perseran dan Hary Tanoesoedibjo sebagai pemegang saham pengendali terakhir (ultimate shareholder) di PT Bank ICB Bumiputera Tbk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

grup mnc mnc investama private placement bhit non-hmetd charlton group holdings ltd marco prince
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top