Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Transaksi Obligasi Pemerintah Merosot 42,32%, Ini 5 Seri Teraktif

Volume transaksi obligasi pemerintah merosot 42,32% untuk perdagangan Rabu (26/3/2014) menjadi Rp6,16 trilun
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 27 Maret 2014  |  09:23 WIB
Transaksi Obligasi Pemerintah Merosot 42,32%, Ini 5 Seri Teraktif
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Volume transaksi obligasi pemerintah merosot 42,32% untuk perdagangan Rabu (26/3/2014).

Berdasarkan data Debt Research Danareksa Sekuritas yang dirilis Kamis (27/3/2014), volume transaksi obligasi pemerintah kemarin tercatat Rp6,16 trilun, turun dari transaksi sebelumnya Rp10,68 triliun.

Jumlah tersebut juga lebih rendah dari rata-rata transaksi harian tahun ini sebesar Rp6,65 triliun. Adapun obligasi tenor jangka menengah yakni 5-15 tahun yang paling diburu.

Obligasi pemerintah seri FR0069 tercatat menjadi yang teraktif dengan volume transaksi Rp1,99 triliun. Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0079 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp1,13 triliun.

Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri ORI010 dengan volume transaksi Rp533,3 miliar.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Rabu (26/3/2014)

Seri Obligasi

Yield

(%)

Volume

(Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0069

7,68

1.991,2

15 April 2019

FR0079

8,17

1.130,7

15 Maret 2024

ORI010

8,5

533,3

15 Oktober 2016

FR0068

8,65

496,1

15 Mei 2034

FR0071

8,49

362,2

15 Maret 2029

Sumber: Danareksa Sekuritas

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pemerintah obligasi pemerintah ri
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top