Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WIka Tunda Rights Issue Jadi 2016

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) sedang mempertimbangkan untuk menunda rencana penerbitan saham baru atau rights issue dari rencana semula pada tahun depan menjadi 2016.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 27 Maret 2014  |  19:30 WIB
WIka Tunda Rights Issue Jadi 2016
/Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) sedang mempertimbangkan untuk menunda rencana penerbitan saham baru atau rights issue dari rencana semula pada tahun depan menjadi 2016.

Hal itu disebabkan kontraktor pelat merah itu akan mendahulukan rencana salah satu anak usahanya, yakni PT Wijaya Karya (Wika) Realty, untuk melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) pada 2015.

Direktur Utama Wika Bintang Perbowo mengatakan strategi itu akan dilakukan dengan tujuan agar Wika Group mampu meraup dana segar yang lebih banyak dibandingkan dengan opsi induk usaha rights issue terlebih dahulu.

“Berkaca dari aksi korporasi PT Wika Beton [anak usaha Wika lainnya] yang sebentar lagi listing di bursa, kami optimistis anak usaha lainnya bisa mengikuti,” ujarnya usai rapat umum pemegang saham (RUPS) di Jakarta, Kamis (27/3/2014).

Bila induk usaha melakukan rights issue terlebih dahulu dari IPO Wika Realty, menurut Bintang, pihaknya khawatir dana yang akan diterima tidak akan maksimal.

Direktur Keuangan Wijaya Karya Adji Firmantoro menuturkan perseroan masih mengkaji besaran saham yang akan dilepas oleh Wika Realty ke publik dan besaran saham baru yang akan diterbitkan saham baru.

Menurut Adji, pihaknya masih mempertimbangkan waktu yang tepat untuk melakukan dua aksi korporasi dari anak dan induk usaha itu sehingga valuasi saham yang akan ditawarkan sesuai dengan rencana bisnis Wika Group.

“Lihat kondisi pasar, juga tergantung kebutuhan keuangan Wika Realty dan induk usaha,” tuturnya.

Sebagai informasi, saat ini saham Wika dimiliki oleh pemerintah sebesar 65,15%, sedangkan 34,85% lainnya dimiliki oleh publik.

Setelah rights issue, perseroan berharap pemerintah tetap menjadi pemilik saham mayoritas sekitar 55%, sedangkan 45% lainnya dimiliki publik.

Dengan demikian, Wika siap melepas saham baru 10,15% ke publik. Meskipun demikian, dia belum bisa menjelaskan secara rinci kisaran dana yang akan dihimpun dari aksi korporasi itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wijaya karya wika
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top