Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Anjlok, Penjualan Emas Diperkirakan Tetap Meningkat

Bisnis.com, JAKARTA—Permintaan terhadap emas di Indonesia diperkirakan meningkat ke level tertinggi dalam empat tahun.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 Agustus 2013  |  09:50 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Permintaan terhadap emas di Indonesia diperkirakan meningkat ke level tertinggi dalam empat tahun.

Peningkatan permintaan itu terjadi setelah Indonesia sebagai konsumen terbesar di Asia Tenggara tersebut bergabung dengan India dan China meningkatkan pembeliannya akibat harga turun dan bertambahnya kelompok menengah.

"Konsumsi kalung, gelang, dan cincin emas diperkirakan naik menjadi 40 metrik ton tahun ini," ujar Iskandar Husin, Sekjen Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia.

Berdasarkan data Dewan Emas Dunia yang berbasis di London, angka itu menunjukkan peningkatan 30% dari 30,8 ton pada 2012, sekaligus yang terbesar sejak tercatat 41 ton pada 2009.

Harga emas turun akibat pasar lesu pada April setelah permintaan turun dan penjualan dari produk tersebut mencetak  rekor, sehingga mendorong peningkatan pembelian dari India hingga China, dua negara konsumen terbesar dunia.

President Susilo Bambang Yudhoyono memperkirakan pendapatan per kapita Indonesia akan naik pada bulan ini meski harga saham melemah dan rupiah anjlok.

Pendapatan per kapita Indonesia naik lebih dari empat kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir menjadi US$878 miliar.

“Perhiasan emas masih menjadi gaya hidup dan komoditas yang digunakan untuk menabung,” ujar Iskandar, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (23/8/2013).

Menurutnya, pasar emas didorong oleh peningkatan produk domestik bruto dan wanita modern Indonesia yang mengikuti tren desain dan fesyen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sby Harga Emas Hari Ini Rupiah permintaan asosiasi pengusaha emas dan permata indonesia iskandar husin

Sumber : Bloomberg

Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top