Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PEKAN REKSA DANA: APRDI Sasar Trans Studio Mall

BISNIS.COM, BANDUNG—Kalangan pelaku industri keuangan menilai industri reksa dana seharusya dapat berkembang lebih cepat melihat kondisi saat ini. Sebagai gambaran, jumlah investor reksa dana belum mencapai 1% dari jumlah penduduk yang mendekati

BISNIS.COM, BANDUNG—Kalangan pelaku industri keuangan menilai industri reksa dana seharusya dapat berkembang lebih cepat melihat kondisi saat ini.

Sebagai gambaran, jumlah investor reksa dana belum mencapai 1% dari jumlah penduduk yang mendekati 250 juta. Maraknya, penipuan berkedok investasi alias investasi bodong, sedikit banyak memperburuk citra investasi reksa dana di mata masyarakat. Padahal sebagai instrumen investasi, jumlah minimal investasi reksa dana terjangkau, jenisnya variatif, dengan imbal hasil menarik dan risiko yang terukur.

Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuturkan, investasi lewat reksa dana dikelola oleh Manajer Investasi (MI) yang berdasarkan peraturan harus melakukan investasi dengan baik.

“Dengan dikelola MI yang profesional risiko jadi lebih rendah. Apalagi secara alamiah, reksa dana merupakan kumpulan dana dari sejumlah nasabah sehingga dana menjadi besar dan diversifikasi produk lebih banyak,” ujarnya dalam rilis yang diterima Bisnis, Minggu (30/6/2013).

Maka, sebagai upaya menumbuhkan kesadaran dan mengedukasi masyarakat untuk berinvestasi aman di Reksa Dana, Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) menyelenggarakan Pekan Reksa Dana 2013. Menyambung rangkaian acara yang dimulai di Medan pada 24-26 Mei lalu, Pekan Reksa Dana 2013 kembali dilaksanakan di Bandung pada 28-30 Juni 2013 bertempat di Trans Studio Mall, Bandung.  

Lewat Pekan Reksa Dana 2013 di Bandung, APRDI sekaligus meluncurkan kampanye Ayo Investasi!. Yakni sebuah gerakan untuk mengajak masyarakat berinvestasi secara baik dan aman.

Pada kesempatan yang sama, website ayoinvestasi.co.id juga diluncurkan agar edukasi berjalan lebih efektif dan masif. Kampanye ini menjadi perlu, karena dalam berinvestasi harus memahami dulu, lalu mencoba melakukan secara benar dan teratur, baru terasa manfaatnya.  

Denny R.Thaher, Ketua APRDI mengatakan acara yang berlangsung selama tiga hari itu diisi dengan talkshow yang menghadirkan berbagai pembicara.

“Diharapkan adanya gerakan Ayo Investasi! yang disertai dengan event Pekan Reksa Dana yang berkesinambungan akan membantu merubah paradigma masyarakat dari saving society menuju investment society,” jelasnya.

Nurhaida menambahkan tantangan ke depan adalah bagaimana membangun awareness masyarakat. Selain itu, produk reksa dana juga harus lebih bervariasi supaya memenuhi minat dan kemampuan masyarakat. “Dan tentunya perlindungan terhadap nasabah tetap diutamakan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Miftahul Khoer
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper