Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HARGA MINYAK: West Texas Intermediate Naik Jadi US$99,50

BISNIS.COM, NEW YORK-- Harga minyak bangkit kembali dari penurunan pertengahan pagi menjadi ditutup menguat pada Rabu (Kamis pagi WIB), di tengah reli di pasar ekuitas Amerika Serikat. Harga patokan minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate

BISNIS.COM, NEW YORK-- Harga minyak bangkit kembali dari penurunan pertengahan pagi menjadi ditutup menguat pada Rabu (Kamis pagi WIB), di tengah reli di pasar ekuitas Amerika Serikat.

Harga patokan minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 18 sen menjadi ditutup pada US$99,50  per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus berakhir pada US$101,66  per barel, atau naik 40 sen.

Kenaikan terjadi karena pasar ekuitas AS bergerak lebih tinggi setelah Departemen Perdagangan memangkas estimasi pertumbuhan kuartal pertama dari 2,4%  menjadi 1,8%.

Pasar, tulis AFP yang dikutip Antara,  mengambil data ekonomi lebih lemah yang berarti Federal Reserve AS akan mempertahankan program pembelian obligasi agresifnya.

"Pasar (minyak) lebih dipengaruhi oleh perubahan persepsi ekonomi daripada fundamental yang mendasarinya," kata Gene McGillian, pialang dan analis di Tradition Energy.

Angka PDB yang lemah "menjatuhkan kemungkinan the Fed akan bertindak dengan mengurangi pelonggaran kuantitatifnya (QE)," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Harga minyak AS merosot serendah US$93,68  setelah persediaan minyak AS datang datar dengan tingkat pekan sebelumnya, di atas perkiraan untuk penurunan 1,7 juta barel, menurut analis yang disurvei oleh Dow Jones Newswires.

Data juga mengatakan stok bensin AS naik 3,7 juta barel, jauh di atas kenaikan hanya 660.000 barel yang diperkirakan oleh para analis.

McGillian menyebut laporan persediaan "bearish" tetapi bukan "perubah-permainan" karena laporan persediaan lainnya baru-baru ini telah menunjukkan kecenderungan yang sama.

Minyak telah terangkat naik dalam beberapa hari terakhir berbeda dengan beberapa komoditas lain, seperti tembaga dan emas.

Bill O'Grady, penyiasat pasar utama di Confluence Investment Management, mengaitkan minyak yang relatif kuat terhadap pengaruh OPEC dan dampak dari konflik Suriah dan persepsi risiko pasokan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Martin Sihombing
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper