Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sariaatmadja, Pemilik SCTV, Makin Gencar Bisnis TI dan Media

BISNIS.COM, JAKARTA—Grup Media milik keluarga Sariaatmadja PT Elang Mahkota Teknologi membuka peluang akuisisi dua perusahaan di bidang TI dan media dengan total valuasi ber kisar di atas Rp500 miliar.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 27 Juni 2013  |  06:48 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Grup Media milik keluarga Sariaatmadja PT Elang Mahkota Teknologi membuka peluang akuisisi dua perusahaan di bidang TI dan media dengan total valuasi ber kisar di atas Rp500 miliar.

Direktur Utama Elang Mahkota Sutanto Hartono menyampaikan dua perusahaan yang akan diakuisisi bergerak dalam bisnis konten media dan portal media. Nilai transaksi kedua perusahaan diperkirakan tidak lebih dari Rp1 triliun.

“Nilai keduanya tidak sampai Rp1 triliun. Satunya nilainya kecil satu lagi sedang. Sekarang masih proses jadi tidak bisa lebih detail dulu,” ujarnya, Rabu (26/6).

Dia memperkirakan proses akuisisi kedua perusahaan bisa selesai pada tahun ini, didahului dengan transaksi perusahaan berbasis konten media yang nilainya lebih kecil.

Dana akuisisi akan berasal dari kas internal perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan, emiten berkode EMTK ini memiliki kas internal mencapai sekitar Rp3,7 triliun yang notabene mencukupi untuk transaksi tersebut.

Jika ada kesempatan bagus, Sutanto menambahkan perseroan juga masih membuka peluang melakukan akuisisi perusahaan sejenis tahun ini. Menurut dia, koreksi yang terjadi di pasar modal menjadi faktor penentu sekaligus peluang menarik untuk melakukan akuisisi.

Sebelumnya, Elang Mahkota mengakuisisi perusahaan periklanan outdoor asal Thailand bernama PlanB senilai Rp302,6 miliar pada Januari 2013. Pada kuartal pertama, PlanB berkontribusi sebesar Rp80 miliar atau sekitar 6% terhadap total pendapatan konsolidasi EMTK.

Terkait lini bisnis televisi berbayar, Hartanto menargetkan Nexmedia bisa menjaring 120.000 pelanggan pada tahun ini atau 3 kali lipat lebih banyak dibandingkan pelanggan sampai akhir 2012 yang tercatat 43.000 pelanggan.

“Sampai pertengahan tahun ini jumlah pelanggan sudah naik menjadi 65.000,” sebutnya.

Untuk mendorong jumlah pelanggan, perseroan melakukan ekspansi dengan menambah jaringan transmisi dan mengubah platform menjadi lebih canggih. Adapun, belanja modal yang sudah diserap perseroan sampai pertengahan tahun tercatat Rp50 miliar atau 50% dari anggaran yang sebesar Rp100 miliar tahun ini. Peng gunaan belanja modal terdiri dari perawatan peralatan televisi dan operasional program digitalisasi yang dianjurkan pemerintah.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Grace Wiranata menyampaikan perseroan membagikan dividen tunai senilai Rp100 per saham. Jumlah ini terdiri dari dividen interim Rp40 per saham yang telah diberikan akhir 2012 dan Rp60 per saham yang akan dibagikan semester kedua 2013.

Secara akumulasi, total dividen yang dibagikan tercatat Rp564 miliar atau 71% dari total laba bersih 2012 sebesar Rp793 miliar.

Menurut Grace, perseroan akan konsisten membagikan dividen pada kisaran 60-70% setiap tahun.

Menurut laporan keuangan kuartal I 2013, perseroan membukukan omzet sebesar Rp1,27 triliun atau meningkat 19,6% dari raihan periode yang sama tahun sebelumnya 1,06 triliun. Pendapatan berasal dari divisi media, stasiun SCTV, Indosiar, Nexmedia dan Planb.

Efisiensi biaya dan pertumbuhan pendapatan mendorong kenaikan laba bersih sebesar 76,7% dari semula Rp123 miliar menjadi Rp218 miliar. (Lavinda)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sctv indosiar sariaatmadja
Editor : Lahyanto Nadie
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top