Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Omzet Buana Listya Tenggelam 22%

Bisnis.com, JAKARTA-- Kinerja keuangan PT Buana Listya Tama Tbk, penyedia jasa angkutan laut komoditas migas dan kimia, kembali tertekan sepanjang kuartal kuartal pertama tahun ini dengan perolehan pendapatan US$14,1 juta, susut hingga 22,38% dibandingkan
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 25 Juni 2013  |  18:23 WIB
Omzet Buana Listya Tenggelam 22%
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-- Kinerja keuangan PT Buana Listya Tama Tbk, penyedia jasa angkutan laut komoditas migas dan kimia, kembali tertekan sepanjang kuartal kuartal pertama tahun ini dengan perolehan pendapatan US$14,1 juta, susut hingga 22,38% dibandingkan dengan kinerja I/2012 sebesar US$18,16 juta

Seluruh segmen usaha pengangkutan perseroan terkoreksi sepanjang kuartal I/2013, di mana untuk segmen kapal tanker minyak dan FPSO anjlok hingga 32% menjadi US$6,13 juta, tanker kimia turun 26,73% menjadi US$1,41 juta, serta pengangkutan gas tertekan 7,15% dari US$6,92 juta menjadi US$6,43 juta.

Selain itu, pendapatan usaha perseroan dari segmen lainnya jeblok hingga 60% menjadi US$125.946 dari kinerja kuartal I/2012 US$303.940.

Sejalan dengan itu, perolehan laba kotor perseroan juga turun hingga 21,01% dari US$3,7 juta pada kuartal I/2012 menjadi US$2,92 juta pada kuartal pertama tahun ini.

Vicky Ganda Saputra, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Buana Listya Tama, mengatakan dalam rangka menekan kinerja negatif pada tahun ini, perseroan mengoptimalkan efesiensi ongkos operasional pada seluruh lini serta menggenjot penambahan kontrak baru.

"Optimalisasi dan peremajaan armada perseroan juga tengah kami lakukan," jelasnya, Senin (25/6/2013).

Hingga saat ini, emiten berkode saham BULL tersebut memiliki dan mengeoperasikan 20 armada kapal dengan kapasitas tonase sebesar 597.257 DWT dengan rata-rata usia armada di bawah 19 tahun.

Dari sisi pengangkutan, 9 unit tankers diopersikan untuk pengiriman komoditas minyak, 8 tanker untuk pengangkutan gas, serta jasa FPSO dan pengiriman produk kimia masing-masing 1 unit dan 2 unit tanker.

Adapun sepanjang tahun lalu, perseroan mencetak laba bersih sebesar US$3,89 juta, membalikkan posisi perseroan yang merugi hingga US$104,39 juta pada 2011.

Hal tersebut terjadi seiring perseroan mendapatkan keuntungan kurs mata uang bersih sebesar US$3,98 juta dari sebelumnya merugi US$506.736.

Sementara itu, pada pos pendapatan tercatat mengalami penurunan 33,3% menjadi US$69,79 juta dari US$104,63 juta. Beban langsung perseroan tercatat turun meskipun tidak sebesar penurunan pendapatan yakni 32,3% menjadi US$56,09 juta dari US$82,86 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal buana listya
Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top