Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

FREEPORT BERHENTI BEROPERASI: Harga Tembaga Naik 4,1%

BISNIS.COM, TOKYO—Harga tembaga naik di tengah kekhawatiran para penambang akan menolak untuk melanjutkan bekerja di tambang Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc, Grasberg, Indonesia, setelah kecelakaan kemudian menghentikan produksi.
News Writer
News Writer - Bisnis.com 02 Juni 2013  |  15:10 WIB

BISNIS.COM, TOKYO—Harga tembaga naik di tengah kekhawatiran para penambang akan menolak untuk melanjutkan bekerja di tambang Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc, Grasberg, Indonesia, setelah kecelakaan kemudian menghentikan produksi.

Nilai tembaga untuk pengiriman 3 bulan di London Metal Exchange naik 0,4% menjadi US$7.349,25 per ton dan berada di US$7.341,50 pada Jumat lalu pukul 10.19 di Tokyo.

Harga telah naik 4,1% bulan ini. Nilai kontrak untuk pengiriman Juli di Comex naik 0,4% menjadi US$3,327 per pon.
Virgo Solossa, kepala cabang Serikat Pekerja Indonesia di bidang Kimia, Energi dan Sektor Pertambangan di Mimika mengatakan pekerjaan di kompleks Grasberg harus ditunda sampai penyelidikan di balik runtuhnya terowongan yang menewaskan 28 orang tersebut telah selesai.

Serikat pekerja akan menyerukan para pekerja untuk tidak kembali bekerja hari ini, katanya.

Adapun, Hwang Il Doo, seorang pedagang senior di Korea Exchange Bank Futures Co di Seoul mengatakan berita terbaru Freeport tersebut memicu keprihatinan atas gangguan pasokan tambang, memberikan dukungan ke pasar.

“Harga tembaga juga didukung setelah produksi industri Jepang tumbuh lebih cepat dari perkiraan bulan lalu,” katanya seperti dikutip di Bloomberg (31/5/2013).

Sementara Freeport perlahan-lahan melanjutkan operasi setelah pekerjaan dimulai lagi di tambang open-pit dan pabrik pengolahan pada 29 Mei. Adapaun kecelakaan itu terjadi pada 14 Mei. (46)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Freeport harga tembaga
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top