Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IPO MPM: Tawarkan 1,01 Miliar Lembar Rp1.500-Rp2.000 per Saham

BISNIS.COM,JAKARTA -- Calon emiten yang terafiliasi dengan Grup Saratoga PT Mitra Pinasthika Mustika menawarkan sebanyak 1,015 miliar lembar saham perdananya pada kisaran harga Rp1.500-Rp2.000 per saham. Andy Purwohardono, Presiden Direktur PT Morgan

BISNIS.COM,JAKARTA -- Calon emiten yang terafiliasi dengan Grup Saratoga PT Mitra Pinasthika Mustika menawarkan sebanyak 1,015 miliar lembar saham perdananya pada kisaran harga Rp1.500-Rp2.000 per saham.

Andy Purwohardono, Presiden Direktur PT Morgan Stanley Asia Indonesia selaku penjamin pelaksana emisi efek, menyampaikan penetapan harga didasari rasio laba terhadap harga saham (price earning ratio/PE ratio) 2013 yang sebanyak 12,9 kali -16 kali.

“Pertimbangan harga ditentukan berdasarkan PE wajar. Kami melihat juga perusahan sejenis dan berdasarkan rerata valuasi,” ujarnya dalam paparan publik, Jumat(26/4).

Hal yang perlu diperhatikan investor, kepemilikan saham publik nantinya akan langsung terdilusi dari 28,28% menjadi 22,21%, karena pelaksanaan konversi mandaroty convertible notes (MCN) perseroan.

Berdasarkan prospektus, perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, jasa, industri, dan pengangkutan darat ini menawarkan sebanyak 28,28% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Pada tanggal pencatatan, perseroan akan menerbitkan saham biasa dalam rangka pelaksanaan konversi MCN 2015 sebanyak 250 juta saham dan MCN 2017 sebanyak 685 juta saham.

Selain itu, pelaksanaan opsi pembelian saham kepada PT Asetama Capital sebanyak 1% dari jumlah modal sesudah penawaran umum perdana. Dengan begitu, persentase kepemilikan masyarakat akan menjadi 22,21%.

Proses penawaran awal berlangsung mulai 26 April-8 Mei 2013 dengan agenda roadshow ke Singapura, Hongkong, dan London. Selanjutnya, masa penawaan umum berlangsung pada 21-23 Mei dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan berlangsung pada 29 Mei 2013.

Dalam IPO ini, perseroan menunjuk empat penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT Morgan Stanley Asia Indonesia, PT Deutsche Securities Indonesia, PT DBS Vickers Securities Indonesia, dan PT Indo Premier Securities.

Direktur Utama Tossin Himawan menyampaikan perseroan yang didirikan oleh William Soeryadjaya itu menargetkan perolehan dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp1,5 triliun-Rp2 triliun.

Adapun dana hasil IPO sekitar 25% akan digunakan MPM rent untuk mendanai akuisisi perusahaan penyewaan kendaraan atau bisnis penyewaan kendaraan lain yang potensial.

Sebanyak 23% dana hasil IPO akan digunakan oleh anak usaha PT Federal Karyatama (FKT) untuk pembangunan fasilitas pabrikasi dan pembotolan pelumas baru.

Selain itu, sekitar 19% atau Rp300 miliar akan digunakan untuk membiayai akuisisi sebanyak 17% sisa saham FKT yang dimiliki oleh Djajus Adisaputro, sehingga perseroan memiliki 100% saham FKT.

Sekitar 13% akan digunakan oleh MPM rent untuk mendanai sebagian pembelian 3.000 mobil baru dari produsen mobil dalam waktu 12 bulan sejak selesainya IPO, pembukaan kantor cabang baru, dan pendirian sekolah khusus pengemudi.

Sebanyak 8% akan digunakan oleh PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika (MPM Insurance) untuk mendanai ekspansi kegiatan operasi asuransi. Sekitar 9% atau Rp150 miliar akan digunakan untuk melunasi sebagian utang kepada PT Bank DBS Indonesia dan PT Bank ANZ Indonesia.

Adapun sisanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja seperti pembelian persediaan sepeda motor perseroan (MPM motor).

MPM tercatat memiliki 38 gerai ritel MPM motor yang berlokasi di Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Medan, Pekanbaru, Palembang, Tangerang, Bogor, Mataram, Lombok Timur, Palu, dan Batam.

Pada tahun lalu MPM membukukan pendapatan bersih Rp10,77 triliun, meningkat 27,5% dari tahun sebelumnya Rp8,45 triliun. Adapun laba tahun berjalan mencapai Rp405,96 miliar, meningkat 51,2% dari Rp268,45 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : lavinda
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper