Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PREDIKSI IHSG: Indeks Pekan Ini Akan Bergerak Menguat

BISNIS.COM, JAKARTA -- Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ini diprediksi bergerak mixed cenderung menguat meski ada kekhawatiran pembalikan arah dari investor pasca indeks mencetak rekor pada akhir pekan lalu.

BISNIS.COM, JAKARTA -- Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ini diprediksi bergerak mixed cenderung menguat meski ada kekhawatiran pembalikan arah dari investor pasca indeks mencetak rekor pada akhir pekan lalu.

Kepala Riset PT Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan indeks akan bergerak di rentang support 4.689-4.815 dan resisten 4.960-4.983 ditopang dari sentimen rilis-rilis data makro ekonomi.

“[secara teknikal] Indeks kembali mendekati area jenuh beli, namun demikian masih ada keinginan indeks untuk tetap menguat,” ujarnya, Minggu (31/3/2013).

Secara psikologis, menurutnya, para investor cenderung khawatir akan terjadinya pelemahan dan cenderung melakukan aksi ambil untung (profit taking) ketika IHSG mencetak rekor baru. Kendati demikian, IHSG akan mencoba bertahan di zona hijaunya mesti terdapat gap di 4.786-4.798.

Dalam pekan ini, Reza mengungkapkan sektor industri dasar, konsumer, properti, aneka industri dan manufaktur untuk dicermati bagi investor. Adapun saham -saham yang dapat diperhatikan a.l: saham ASII, WSKT, TOTL, INDF, KLBF, RALS, CTRS, PTRO, PNBN, BMRI, dan TLKM.

Dia juga menyebutkan beberapa data ekonomi yang akan menjadi sentimen terhadap IHSG a.l rilis inflasi, angka kemiskinan, & trade balance Indonesia; HSBC manufacturing PMI China; vehicle sales Jepang; dan markit manufacturing PMI & inflation rate Jerman.

Sementara itu, analis PT Sinarmas Sekuritas Christandi Rheza mengatakan indeks diperkirakan akan bergerak mixed menguat di level 4.907-4.969.

“Indeks akan dipengaruhi oleh rilisnya data laporan keuangan 2012 perusahaan-perusahaan di Indonesia dan data money supply Indonesia. Selain itu, data mengenai US jobless claims, GDP US dan Fed Balance Sheet akan menjadi sentimen tambahan,” katanya.

Adapun, saham-saham yang dapat diperhatikan untuk perdagangan a.l saham GGRM, ITMG, CPIN, dan BBCA.

Di tempat berbeda, analis PT Kresna Graha Sekurindo Tbk Etta Rusdiana menilain pengumuman inflasi Maret 2013 akan menjadi penentu arah IHSG ke depan.

“Kami memperkirakan inflasi di Maret 2013 akan berada di level 0,49% secara bulanan, atau 5,75% secara tahunan, di atas rata-rata historisnya yang sebesar 0,13% secara bulanan,” katanya.

Dia mengungkapkan hal tersebut dapat mendorong inflasi 2013, naik menjadi 5,3% secara tahunan, dibandingkan dengan estimasi 2013 sebelumnya sebesar 5,0% secara tahunan, dan 4,3% pada tahun lalu.

Sebelumnya pada akhir pekan lalu, IHSG bergerak naik 212,88 poin, atau 4,5% dari 4.728,11 menjadi 4.940,99, seiring dengan investor asing yang tercatat melakukan aksi beli Rp26,66 triliun, dan aksi jual Rp25,99 triliun.

Dengan capaian tersebut, investor asing membukukan beli bersih asing (net foreigner buy) dalam sepekan ini Rp670,56 miliar. Adapun, total volume transaksi perdagangan dalam sepekan ini mencapai 31,08 miliar saham, atau senilai Rp45,54 triliun.

Sepanjang pekan lalu, IHSG digerakkan dari sentimen global terutama terkait dengan dana talangan (bailout) Siprus, dan sentimen dalam negeri seperti rilis laporan keuangan dan ekspektasi dividen dari investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Others
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper