Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KRISIS SIPRUS: SAHAM ASIA terus berjatuhan

BISNIS.COM, SYDNEY--Saham-saham Asia berjatuhan untuk hari ketiga sebagai dampak penolakan Siprus menolak rencana pungutan atas deposito bank sebagai syarat untuk memperoleh bailout Uni Eropa.

BISNIS.COM, SYDNEY--Saham-saham Asia berjatuhan untuk hari ketiga sebagai dampak penolakan Siprus menolak rencana pungutan atas deposito bank sebagai syarat untuk memperoleh bailout Uni Eropa.

Samsung Electronics Co, pembuat smartphone terbesar di dunia turun 0,8% di Seoul. BHP Billiton Ltd dan Rio Tinto Group, perusahaan tambang terbesar juga anjlok 2,3% di Sydney karena harga logam melemah untuk hari ketiga.

Analis Goldman Sachs Group Inc mengatakan pertumbuhan lebih lambat dalam permintaan baja akan membebani harga bijih besi sementara saham jaringan toko terbesar kedua Australia David Jones Ltd (DJS) naik 3% yang dipicu perkiraan kenaikan laba.

MSCI Asia Pacific Index Tidak termasuk Jepang (MXAPJ) turun 0,3% menjadi 466,77 pada 11:22 di Sydney, menyeret ekuitas regional ke level terendah sepanjang tahun ini.

Pasar belum dibuka di China dan Hong Kong. Indeks ini telah jatuh selama sepekan terakhir perdagangan. Adapun Pasar ekuitas Jepang ditutup untuk liburan.

"Keyakinan rentan," kata Chris Bertelsen, kepala investasi di Global Financial Private Capital, yang berbasis di Sarasota yang mengelola kekayaan swasta sedikitnya US$ 1,7 miliar.

"Situasi ini akan terus mempengaruhi pasar global ke depan dan merupakan alasan bagi pasar yang telah cukup pusing, untuk memiliki sedikit koreksi," katanya.

Australia S & P / ASX 200 Index (AS51) turun 0,4% dan Korea Selatan indeks Kospi turun 0,6%.

Adapun Selandia Baru NZX 50 Index naik 0,3%. Kontrak pada indeks The Standard & Poor's 500 anjlok 0,2%.  (ra)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rustam Agus
Editor : Others
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper