Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kokoh Inti Arebama catatkan rugi Rp43 miliar

JAKARTA: Distributor bahan bangunan nasional PT Kokoh Inti Arebama Tbk membukukan rugi bersih Rp43,56 miliar per 30 September padahal 6 bulan pertama tahun ini mencatatkan laba bersih Rp4,43 miliar.Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan yang baru
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 10 November 2011  |  15:30 WIB

JAKARTA: Distributor bahan bangunan nasional PT Kokoh Inti Arebama Tbk membukukan rugi bersih Rp43,56 miliar per 30 September padahal 6 bulan pertama tahun ini mencatatkan laba bersih Rp4,43 miliar.Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan yang baru saja diakuisisi oleh konglomerat industrial asal Thailand Siam Cement Group itu juga membukukan laba bersih Rp5,59 miliar.Berdasarkan laporan keuangan belum diaudit yang disampaikan perseroan, hari ini, rugi bersih tersebut terutama disebabkan oleh penurunan jumlah penjualan bersih perseroan sebesar 5,8% menjadi Rp512,88 miliar dari Rp544,46 miliar pada periode yang sama tahun lalu.Pada saat yang sama, beban usaha perseroan naik 43,43% menjadi Rp132,49 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp92,37 miliar.Akibatnya, perseroan yang dipimpin oleh Wichai Pokinwong itu harus menderita rugi usaha sebesar Rp38,79 miliar setelah membukukan laba usaha Rp13,89 miliar pada periode yang sama tahun lalu.Pada pertengahan tahun ini, Siam Cement Group melalui anak usahanya SCG Distribution company Limited, mengakuisisi 70,35% atau 690 juta saham miliki Kokoh Inti Arebama. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, porsi kepemilikan SCG di perseroan telah mencapai 99,09% sedangkan publik hanya memiliki 0,91%.Baik SCG Distribution maupun KOIN sama-sama merupakan perusahaan distributor bahan bangunan. Melalui akuisisi tersebut, SCG berharap dapat meningkatkan penetrasi produk-produk Siam Cement Group di pasar Indonesia. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top