Bisnis.com, JAKARTA— PT ABM Investama Tbk. (ABMM) bakal menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada akhir April 2025. Salah satu agenda yang disoroti ialah penetapan dividen.
Emiten yang sahamnya dikoleksi oleh Lo Kheng Hong itu berencana melaksanakan RUPST pada 25 April 2025 di Ra Suites Simatupang, Jakarta Selatan.
ABMM menyusun empat agenda RUPST, yaitu persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan tahun buku 2024, penetapan penggunaan hasil usaha 2024, penunjukan akuntan publik, serta penetapan gaji/honorarium dan tunjangan anggota dewan komisaris dan direksi perseroan.
Baca Juga : Lo Kheng Hong Pertebal Saham ABMM, Ada Dividen? |
---|
Dalam Laporan Tahunan 2024, Manajemen ABMM menjelaskan bahwa perusahaan memiliki kebijakan rasio pembayaran dividen sebanyak-banyaknya 35% dari laba bersih. Namun, direksi ABMM dapat sewaktu-waktu mengubah kebijakan pembagian dividen perusahaan.
ABMM juga menyampaikan bahwa pembayaran dividen di masa mendatang bergantung pada laba ditahan kinerja operasional dan keuangan, kondisi keuangan, kondisi likuiditas, prospek bisnis di masa yang akan datang, kebutuhan kas, peluang bisnis, serta faktor lain yang dianggap relevan oleh direksi.
ABMM membukukan penyusutan laba bersih sepanjang 2024 menjadi US$139,36 juta atau setara dengan Rp2,25 triliun (kurs Jisdor 31 Desember 2024 Rp16.157 per dolar AS). Realisasi laba bersih itu merosot 51,78% dari capaian laba periode yang berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ABMM sepanjang 2023 yang tercatat sebesar US$289 juta atau setara dengan Rp4,66 triliun.
Apabila menggunakan rasio dividen maksimal 35%, nilai dividen yang berpotensi dibagikan ABMM dari laba bersih tahun buku 2024 mencapai Rp787,5 miliar.
Berikut realisasi pembayaran dividen ABMM dalam 5 tahun terakhir
- Tahun Buku 2019: Rp36,25 miliar dengan rasio 33,39%
- Tahun Buku 2020: Rp0
- Tahun Buku 2021: Rp735,09 miliar dengan rasio 18,71%
- Tahun Buku 2022: Rp1,1 triliun dengan rasio 27,78%
- Tahun Buku 2023: Rp812,18 miliar dengan rasio 17,3%