Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HM Sampoerna (HMSP) Jual Rokok 39,4 Miliar Batang Semester I/2024

Penjualan rokok HMSP turun sebesar 2,9% menjadi 39,4 miliar batang pada semester I/2024.
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Vassilis Gkatzelis (kiri) melakukan swafoto bersama Ivan Cahyadi (kanan), yang resmi menggantikannya per 1 Mei 2024, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Selasa (23/4/2024).
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Vassilis Gkatzelis (kiri) melakukan swafoto bersama Ivan Cahyadi (kanan), yang resmi menggantikannya per 1 Mei 2024, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Selasa (23/4/2024).

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten rokok PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) mencatatkan penjualan rokok sebesar 39,4 miliar batang sepanjang semester I/2024. 

Berdasarkan data Philip Morris International Inc. penjualan HMSP turun saat total penjualan rokok Indonesia mengalami peningkatan. 

HMSP mengalami penurunan penjualan rokok sebesar 2,9% menjadi 39,4 miliar batang dibandingkan dengan periode semester I/2023 yang tercatat sebesar 40,5 miliar batang. 

Sejalan dengan turunnya penjualan, market share HMSP juga ikut tergerus 1,5% dari sebelumnya sebesar 29,8% menjadi sebesar 27,3% pada semester I/2024. 

Adapun merek Iqos heated tobacco units (HTU) mengalami kenaikan penjualan hingga 100% lebih menjadi sebesar 0,5 miliar dibandingkan dengan periode kuartal I/2023 yang sebesar 0,2 miliar. 

Sementara itu, penjualan rokok secara keseluruhan di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 3,1% menjadi 145,5 miliar batang sepanjang semester I/2024. Padahal di periode yang sama tahun lalu penjualan rokok tercatat sebesar 141,4 miliar batang. 

Di sisi lain, sepanjang kuartal I/2024, HMSP mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp29,10 triliun per Maret 2024. Penjualan ini naik 7,94% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp26,96 triliun. 

Penjualan tersebut masih didominasi oleh penjualan lokal oleh pihak ketiga dengan total penjualan mencapai Rp28,80 triliun. Sementara itu, untuk penjualan ekspor dan lainnya oleh pihak berelasi tercatat sebesar Rp301,19 miliar.

Sejalan dengan kenaikan penjualan, beban pokok juga ikut naik menjadi sebesar Rp24,35 triliun. Beban ini naik 10,13% dibandingkan kuartal I/2023 yang tercatat sebesar Rp22,10 triliun.

Adapun, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp2,24 triliun. Laba itu naik sekitar 4,02% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp2,16 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper