Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sunindo Pratama (SUNI) Bidik Pendapatan Rp932 Miliar 2024

Emiten migas PT Sunindo Pratama Tbk. (SUNI) membidik kenaikan pendapatan sebesar 21% menjadi sebesar Rp923 miliar sepanjang 2024.
Emiten migas PT Sunindo Pratama Tbk. (SUNI) membidik kenaikan pendapatan sebesar 21% menjadi sebesar Rp923 miliar sepanjang 2024.
Emiten migas PT Sunindo Pratama Tbk. (SUNI) membidik kenaikan pendapatan sebesar 21% menjadi sebesar Rp923 miliar sepanjang 2024.

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten migas PT Sunindo Pratama Tbk. (SUNI) membidik kenaikan pendapatan sebesar 21% menjadi sebesar Rp923 miliar sepanjang 2024. Sejumlah strategi disusun seperti pengoptimalan kapasitas, hingga berencana melakukan ekspor ke Timur Tengah.

Chief Financial Officer & Corporate Secretary Freddy Soejandy mengatakan pihaknya menargetkan kenaikan pendapatan sebesar 21% menjadi sebesar Rp923 miliar dengan target laba bersih sebesar Rp109 miliar.

“Kenaikannya memang tidak terlalu tinggi, tetapi secara operasional akan meningkat,” kata Freddy dalam paparan publik, Senin (1/4/2024).

Guna dapat mencapai target tahun ini, SUNI menyusun sejumlah strategi, di antaranya adalah pengoptimalan kapasitas produksi yang ada. Pada 2023, SUNI memiliki total kapasitas sebesar 15.000 ton per tahun.

Kapasitas tersebut diharapkan naik menjadi 25.000-30.000 ton di 2024 seiring dengan tingginya permintaan produk serta adanya pabrik baru yang dijadwalkan akan beroperasi di kuartal IV/2024.

“Jika kapasitas memungkinkan, kita akan lanjutkan ekspor. Saat ini permintaan domestik tinggi,” kata dia.

Sampai dengan saat ini, SUNI memang mengekspor produk ke Amerika Serikat, ke depannya SUNI sedang menjajaki potensi ekspor ke Timur Tengah.

Selain menyusun strategi, SUNI juga menganggarkan belanja modal sebesar Rp327 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik kedua untuk tahun 2024.

Secara keseluruhan menganggarkan belanja modal sebesar Rp432 miliar yang akan digunakan untuk pembelian tanah sebesar Rp57 miliar, pembangunan pabrik sebesar Rp250 miliar, dan pembelian mesin-mesin produksi sebesar Rp125 miliar.

RTM merupakan strategic asset yang vital bagi SUNI dalam memproduksi seamless pipes/OCTG tubing secara in-house dan menjamin ketersediaan produk SUNI.

Pembangunan pabrik baru seluas 50.793 m2 ini dapat menambah kapasitas produksi seamless pipes/OCTG tubing hingga dua kali lipat mencapai 60.000 ton per tahun dari yang sebelumnya 30.000 ton per tahun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper