Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bursa Siap Luncurkan Single Stock Futures (SSF), Ini Penjelasannya

Single Stock Futures menggunakan underlying saham konstituen Indeks LQ45, dengan multiplier sebanyak 100 saham.
Hafiyyan,Rizqi Rajendra
Hafiyyan & Rizqi Rajendra - Bisnis.com
Rabu, 13 Maret 2024 | 15:17
Mahasiswa beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/2/2024). Bisnis/Arief Hermawan P
Mahasiswa beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/2/2024). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meluncurkan Single Stock Futures (SSF) pada Jumat (15/3/2024).

Dalam undangannya, Bursa akan menggelar edukasi terkait Single Stock Futures dan Implementasi Papan Pemantauan Khusus (Full Call Auction) yang akan diselenggarakan secara virtual pada Jumat (15/3/2024).

Acara akan dibuka oleh Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik dan pemaparan materi akan disampaikan oleh Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 1 BEI Firza Rizqi Putra dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A.

Perlu diketahui, Single Stock Futures merupakan produk derivatif berupa kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain.

Single Stock Futures menggunakan underlying saham konstituen Indeks LQ45, dengan multiplier sebanyak 100 saham. Periode kontrak SSF pun bervariasi antara 1 hingga 3 bulan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyatakan kesiapan peluncuran produk investasi kontrak berjangka saham atau Single Stock Futures (SSF).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, saat ini Single Stock Futures sudah memasuki tahap akhir dan telah dilakukan proses review atas permohonan persetujuan produk tersebut.

"Saat ini kesiapan dari anggota bursa [AB] sudah terdapat 16 anggota bursa yang menyatakan minat untuk berpartisipasi," ujar Inarno dalam Konferensi Pers RDK Bulanan, Senin (4/3/2024).

Selain itu, lanjutnya, ada 6 anggota bursa yang telah siap untuk pilot-project atau melakukan uji coba, dan juga ada 1 anggota bursa yang bersedia menjadi liquidity provider.

Inarno mengatakan, saat ini proses penerbitan SSF masih menunggu sejumlah mekanisme pendukung, khususnya integrasi peraturan dari PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) untuk mengakomodir proses bisnis produk Single Stock Futures.

Selain itu, OJK juga mengupayakan efisiensi pembukaan rekening melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dari yang awalnya menggunakan rekening bank menjadi sub-rekening efek nasabah. 

Di lain sisi, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menambahkan, Single Stock Futures nantinya akan diterbitkan oleh BEI bukan oleh anggota bursa. 

"Nantinya anggota bursa yang berpartisipasi dalam perdagangan SSF adalah yang sudah mendapatkan izin dari BEI sebagai AB derivatif," ujar Jeffrey dikutip Selasa, (5/3/2024).

Dia mengatakan, rencana peluncuran SSF masih sesuai jadwal pada kuartal I/2024. Persiapan yang sedang berjalan adalah persiapan anggota bursa dari sisi sistem maupun perizinan. 

Mekanisme perdagangan SSF akan didukung BEI melalui IDX Solusi Teknologi Informasi. Adapun, terkait jumlah dan nama anggota bursa yang berpartisipasi di SSF akan disampaikan lebih lanjut oleh BEI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper