Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Ditutup Melemah, Saham Prajogo Pangestu BREN, TPIA, CUAN Terjun

IHSG ditutup melemah 0,17% atau 12,25 poin ke level 7.235,15 pada perdagangan Rabu (7/2/2024) seiring dengan pelemahan saham Prajogo Pangestu BREN, TPIA, CUAN.
IHSG ditutup melemah 0,17% atau 12,25 poin ke level 7.235,15 pada perdagangan Rabu (7/2/2024) seiring dengan pelemahan saham Prajogo Pangestu BREN, TPIA, CUAN. Bisnis/Arief Hermawan P
IHSG ditutup melemah 0,17% atau 12,25 poin ke level 7.235,15 pada perdagangan Rabu (7/2/2024) seiring dengan pelemahan saham Prajogo Pangestu BREN, TPIA, CUAN. Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,17% atau 12,25 poin ke level 7.235,15 pada perdagangan Rabu (7/2/2024). Padahal, IHSG sempat berada pada zona hijau sepanjang sesi I hari ini.

Saham BBNI serta saham-saham milik Prajogo Pangestu seperti BREN, TPIA, CUAN ditutup pada zona merah hari ini. Sementara itu, saham-saham bank seperti BBCA, BBRI, dan BMRI ditutup menguat hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 203 saham menguat, 316 saham melemah, dan 246 saham stagnan hari ini. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 7.225,44-7.285,12. Kapitalisasi pasar tercatat turun menjadi Rp11.517 triliun.

Saham bank PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menjadi saham bank berkapitalisasi pasar besar yang turun ke zona merah dengan turun 0,43% ke level Rp5.750 per saham.

Selain itu, saham-saham milik Prajogo Pangestu seperti BREN, TPIA, CUAN turun masing-masing 3,57%, 4,15%, dan 3,70%. Selain itu, saham AMMN, INCO, dan ANTM juga melemah masing-masing 0,56%, 0,27%, dan 1,05%.

Sebelumnya, Phintraco Sekuritas menjelaskan sentimen datang dari kebijakan regulator di Tiongkok untuk mendorong lebih banyak dana institusi masuk ke Pasar Modal Tiongkok. Hal tersebut mampu meredam aksi sell-off dalam beberapa pekan terakhir di Pasar Modal Tiongkok dan Hong Kong. 

"Akan tetapi, masih sulit diperkirakan konsistensi dampak positif dari regulasi tersebut," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Dari dalam negeri, investor menanti rilis posisi Cadangan Devisa pada hari ini, Rabu (7/2/2024). Phintraco memperkirakan cadangan devisa masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

Realisasi kinerja ini mengindikasikan bahwa cadangan devisa Indonesia mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper