Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Dibuka Menguat, Saham BBCA, BMRI, hingga BBRI Dibuka Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan hari ini, Jumat (2/2/2024). Saham bank BBCA, BBRI, BMRI mengalami penguatan.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan hari ini, Jumat (2/2/2024). Saham bank berkapitalisasi pasar besar seperti BBCA, BBRI, BMRI mengalami penguatan pagi ini.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.00 WIB IHSG dibuka stagnan, tetapi bergerak ke zona hijau. IHSG bergerak di rentang 7.213-7.229 sesaat setelah pembukaan.

Tercatat, 174 saham menguat, 106 saham melemah, dan 227 saham bergerak ditempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau menjadi Rp11.479 triliun.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi saham berkapitalisasi pasar besar yang menguat pagi ini dengan naik 0,52% ke level Rp9.750.

Panguatan ini juga terjadi pada tiga saham bank lainnya, yakni BMRI, BBRI, dan BBNI. Masing-masing saham tersebut menguat ke level 1,15%, 0,43%, dan 1,31%.

Sementara itu, saham lainnya dibuka melemah seperti saham GOTO yang turun 1,11% ke level Rp89 dan saham TLKM yang turun 0,74% ke level Rp4.010.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memperkirakan IHSG kembali bergerak fluktuatif di kisaran level psikologis 7.200 pada Jumat (2/2/2023). 

IHSG terkoreksi, tapi masih bertahan di atas 7.200 di Kamis (1/2/2023). Secara teknikal, Stochastic RSI mulai mengarah ke overbought area di Kamis (1/2/2023).

Dari eksternal, investor mengantisipasi data inflasi dan ketenagakerjaan AS untuk menakar peluang the Fed untuk memangkas suku bunga acuan di FOMC Maret 2024. CME FedWatch Tools mencatat probabilitas pemangkasan suku bunga di FOMC Maret sebesar 35,5%.

Dari dalam negeri, inflasi Indonesia berada di 2,57% YoY di Januari 2024. Meskipun inflasi Indonesia berada di atas proyeksi pasar yang sebesar 2,55% YoY, inflasi masih sesuai dengan asumsi makro APBN 2024. 

Dengan kondisi ini, daya beli masyarakat Indonesia diyakini masih solid yang diperkuat dengan kondisi Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang konsisten di atas 120 dalam beberapa bulan terakhir 2023.

Adapun top picks Phintraco Sekuritas di Jumat (2/2/2024) meliputi EMTK, ESSA, EXCL, ISAT, ENRG, dan BTPS.

Tim MNC Sekuritas memerkirakan IHSG yang masih mengalami penjualan dalam volume jumbo berisiko mengalami koreksi. “Selama IHSG belum mampu menembus 7.271 sebagai resistance-nya, maka saat ini posisi IHSG diperkirakan sedang berada di awal wave c dari wave (ii),” tulis tim pada Jumat (2/2/2024).

Maka itu, mereka menganalisa pergerakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi ke rentang 6.925-7.021. Mereka memperkirakan koreksi terdekat IHSG akan menguji 7.131-7.173.

MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham diantaranya

BRPT - Spec Buy

BRPT terkoreksi 0,47% ke Rp1.055 disertai dengan munculnya volume penjualan, pergerakan BRPT pun masih tertahan oleh MA20. Selama masih mampu berada di atas Rp1.000 sebagai stoplossnya, maka posisi BRPT saat ini sedang berada di awal wave [iii] dari wave C, sehingga BRPT berpeluang berbalik menguat.

Spec Buy: Rp1.015- Rp1.050

Target Price: Rp1.145, Rp1.235

Stoploss: below Rp1.000

MBMA - Buy on Weakness

MBMA menguat 3,79% ke Rp685 disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama MBMA masih mampu berada di atas Rp640 sebagai stoplossnya, maka posisi MBMA saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave 3 dari wave (C), sehingga MBMA masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: Rp650- Rp680

Target Price: Rp730, Rp790

Stoploss: below Rp640

 

WIIM - Spec Buy

WIIM terkoreksi 1,73% ke Rp1.700 disertai dengan munculnya volume penjualan. Selama WIIM masih mampu berada di atas Rp1.590 sebagai stoplossnya, maka posisi WIIM saat ini sedang berada di awal wave A dari wave (B), sehingga WIIM berpeluang berbalik menguat.

Spec Buy: Rp1.635- Rp1.700

Target Price: Rp1.920, Rp2.120

Stoploss: below Rp1.590

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper