Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Masih Rawan Koreksi Usai Turun ke Level 7.137 Pekan Lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,57% ke 7.137 pada akhir pekan lalu, karena dominasi yang kuat oleh volume penjualan.
Pengunjung beraktivitas di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (24/1/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung beraktivitas di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (24/1/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,57% ke 7.137 pada akhir pekan lalu, karena dominasi yang kuat oleh volume penjualan.

Tim riset MNC Sekuritas menyatakan koreksi IHSG telah menembus area support terdekat di 7.152 namun masih tertahan oleh indikator MA60 secara teknikal. “Koreksi minimal yang kami berikan di 7.111 pun sempat ditembus oleh IHSG, saat ini posisi IHSG diperkirakan sedang berada di awal wave c dari wave (ii) sehingga pergerakannya masih rawan,” tulis tim riset, Senin (29/1/2024).

Mereka berpendapat IHSG berisiko melanjutkan koreksinya ke rentang 6.925-7.021. Meskipun IHSG berpeluang menguat hari ini, gerak indeks komposit diperkirakan akan cenderung terbatas untuk menguji 7.157-7.192.

Terdapat beberapa saham yang direkomendasikan oleh MNC Sekuritas hari ini. Misalnya saham ELSA yang terkoreksi ke Rp402 disertai dengan munculnya volume penjualan. Adapun koreksinya masih tertahan oleh MA20. Maka itu, selama ELSA masih mampu bergerak di atas Rp394 sebagai stoploss-nya, maka posisi ELSA bisa menembus Rp416.

Selain ELSA, MNC Sekuritas ikut merekomendasikan saham ITMG yang menguat 0,66% ke Rp26.700 serta didominasi oleh volume pembelian.

“Saat ini, posisi ITMG diperkirakan sedang berada di awal wave (v) dari wave [i] dari wave C, sehingga ITMG masih berpeluang melanjutkan penguatannya,” ungkap tim. MNC Sekuritas menargetkan saham ITMG bisa ke Rp27.225.

Pada hari ini, mereka juga merekomendasikan saham PTBA sekalipun terkoreksi ke Rp2.570 disertai dengan munculnya volume penjualan. “Kami memperkirakan, posisi PTBA saat ini masih berada pada bagian dari wave B, sehingga PTBA rawan melanjutkan koreksinya namun dapat dimanfaatkan untuk buy on weakness,” imbuhnya.

Adapun target terdekat yang bisa diraih saat ini adalah Rp2.670 sampai dengan Rp2.820.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan bahwa dari 27 perusahaan dalam antrean IPO, sebanyak 6 perusahaan memiliki aset skala besar alias di atas Rp250 miliar.

"Selain itu, terdapat 19 perusahaan dengan aset skala menengah, antara Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar. Sisanya, ada 2 perusahaan aset skala kecil, atau di bawah Rp50 miliar," ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (27/1/2023).

Berdasarkan sektor, 27 perusahaan dalam antrean IPO itu mayoritas berasal dari sektor industrial, tepatnya 7 perusahaan. Disusul sektor consumer cyclicals dengan 6 perusahaan dan sektor teknologi dengan 5 perusahaan.

Selain itu, 3 perusahaan bergerak di sektor consumer noncyclicals, 2 perusahaan dari sektor basic materials, dan masing-masing 1 perusahaan dari sektor energi, infrastruktur, properti & real estat, serta transportasi & logistik.

-----------------

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper