Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kemilau Harga Emas Memudar, Investor Curiga The Fed Tahan Suku Bunga

Ekspektasi pasar terhadap keputusan The Fed dalam menjaga suku bunga tetap tinggi telah meredupkan kemilau harga emas.
Pegawai menunjukan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai menunjukan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Ekspektasi pasar terhadap keputusan The Fed dalam menjaga suku bunga tetap tinggi telah meredupkan kemilau harga emas.

Analis Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer menyebutkan harga emas spot US$2.022,55 per ound, naik tipis 0,02%. Harga emas berjangka sedikit turun 0,01% menjadi $2.021,49 per ounce.

Menurutnya saat ini emas memproyeksikan support di US$2.004,60 dan resistance di US$2.041,90.

Menurut Fischer harga emas menghadapi tekanan pada awal pekan ini, dipicu oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga lebih lama.

Selain itu, harga emas telah mengalami aksi profit taking pada bulan Januari, terutama setelah trader membatalkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada Maret 2024.

Dalam pandangannya Fischer menjelaskan, peningkatan permintaan safe haven, terutama dalam menghadapi konflik di Timur Tengah, telah membantu emas untuk tetap berada di atas level US$2.000 per ounce. Meskipun dolar mengalami aksi profit taking jangka pendek, emas masih di bawah tekanan potensi kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi.

Menurut Fedwatch tool dari CME, disebutkan trader sekarang lebih cenderung memperkirakan bahwa Fed akan menahan suku bunga pada bulan Maret, berlawanan dengan ekspektasi awal untuk pemotongan.

Hal ini terjadi seiring sejumlah pejabat the Fed menyatakan bahwa penurunan suku bunga masih terlalu dini, terutama karena inflasi masih tinggi. Data ekonomi utama AS minggu ini, seperti PDB kuartal keempat dan Indeks harga PCE, diharapkan menjadi faktor penentu dalam rencana suku bunga The Fed tahun ini.

Dalam analisanya Fischer memprediksikan, harga emas untuk hari ini cenderung mengalami kenaikan, meskipun mengalami koreksi cukup lama pada sesi sebelumnya. Faktor BOJ terhadap Jepang menjadi sorotan, meskipun pengaruhnya masih belum terlihat jelas dalam kondisi pasar yang kurang baik saat ini. Peluang kenaikan emas tetap terbuka, terutama dengan adanya berita tinggi yang dapat mempengaruhi harga.

Secara trend, harga emas menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan, tanpa tanda-tanda penurunan yang besar. Meski kemarin terdapat potensi turun, harga memberikan pola koreksi yang cukup lama, memberikan potensi untuk "wait and see." Perubahan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed, meskipun masih belum pasti, menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi pergerakan harga emas dalam waktu dekat. Dengan demikian, pasar emas saat ini menghadapi tantangan dan peluang yang harus dihadapi dengan cermat oleh para investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper