Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup Djarum Blibli (BELI) Jelaskan Alasan Kas Turun Rp1,6 Triliun Ke Bursa

Emiten Grup Djarum PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli menjelaskan alasan penurunan kas Rp1,6 triliun kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Gudang PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli di Medan Satria, Bekasi, Jumat (17/11). Perseroan menjelaskan alasan penurunan kas Rp1,6 triliun kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
Gudang PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli di Medan Satria, Bekasi, Jumat (17/11). Perseroan menjelaskan alasan penurunan kas Rp1,6 triliun kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan beberapa pertanyaan mengenai penurunan arus kas sebesar Rp1,6 triliun kepada emiten lokapasar Grup Djarum PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli.

Bursa mencatat BELI mengalami penurunan arus kas yang cukup signifikan per 30 September 2023 dibandingkan per 31 Desember 2022 sebesar Rp1,6 triliun.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur BELI Eric Winarta menjelaskan perubahan posisi kas dan setara kas tersebut terutama disebabkan oleh penggunaan kas dan setara kas untuk kebutuhan operasional dalam rangka mendukung pertumbuhan usaha BELI selama periode tersebut.

"Dari waktu ke waktu, BELI senantiasa melihat berbagai peluang untuk menjaga kecukupan maupun meningkatkan modal kerja," tulis Eric, Jumat (5/1/2024).

Dia melanjutkan, salah satu cara untuk meningkatkan modal kerja dan menjaga kecukupan modal tersebut adalah melalui fasilitas pembiayaan kredit modal kerja perbankan atau bentuk permodalan lainnya.

Selain kas, Bursa juga memberikan pertanyaan terhadap BELI mengenai target untuk dapat membukukan keuntungan berdasarkan kondisi terkini.

Eric menuturkan BELI percaya jika target untuk membukukan keuntungan berdasarkan kondisi relevan terkini masih dapat tercapai melalui implementasi berbagai strategi yang telah disiapkan maupun dijalankan BELI.

"Hal ini tercermin dari peningkatan indikator profitabilitas BELI, termasuk rugi periode berjalan dari Rp3,7 triliun pada 9 bulan 2022 menjadi Rp2,6 triliun pada 9 bulan 2023," ucapnya.

Dia melanjutkan BELI akan terus melanjutkan strategi dan upaya rasionalisasi komposisi produk. Terutama di segmen Ritel 1P serta mempertahankan fokus pada berbagai kategori produk tertentu yang lebih menghasilkan keuntungan.

BELI meyakini hal tersebut akan menghasilkan perolehan laba bruto yang lebih baik dan marjin bruto yang lebih sehat.

Selain itu, lanjutnya, BELI akan terus meluncurkan lebih banyak sinergi dan inovasi ekosistem untuk mendorong pertumbuhan yang lebih organik dan menguntungkan.

"BELI juga secara konsisten mengimplementasikan berbagai upaya efisiensi biaya secara tepat tanpa mengorbankan potensi pertumbuhan bisnis," tuturnya.

Keseluruhan upaya tersebut diyakini manajemen BELI akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan dan pencapaian target-target keuangan BELI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper