Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas 2023 Naik 13%, Tahun Ini Berpotensi Bertahan di Atas US$2.000

Harga emas global mampu menutup 2023 dengan parkir di level US$2.064.34 per ons atau naik 13% selama setahun penuh.
Ibad Durrohman,Pandu Gumilar
Ibad Durrohman & Pandu Gumilar - Bisnis.com
Selasa, 2 Januari 2024 | 09:01
Karyawan menunjukkan emas di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Senin (16/1/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan menunjukkan emas di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Senin (16/1/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA -- Harga emas global mampu menutup 2023 dengan parkir di level US$2.064.34 per ons atau naik 13% selama setahun penuh. Terdapat kemungkinan logam mulia itu akan bertahan di harga tinggi dalam waktu yang lama.

Harga emas batangan sejauh ini telah meningkat sebesar 13% dalam satu tahun dimana harga berayun antara titik terendah mendekati US$1.800 dan rekor tertinggi US$2.135.40.

“Pergerakan ini bergerak menuju perairan yang lebih tenang, sehingga dapat dikatakan – lingkungan suku bunga yang lebih rendah, yang berarti dolar yang lebih rendah, sehingga emas seharusnya memiliki kinerja yang lebih baik,” kata analis Marex Edward Meir mengutip Reuters.

Investor emas mengantisipasi rekor harga tertinggi tahun depan, ketika fundamental dari perubahan suku bunga AS yang dovish, berlanjutnya risiko geopolitik, dan pembelian bank sentral diperkirakan akan mendukung pasar.

“Untuk melihat tingkat yang lebih tinggi, kita perlu melihat permintaan yang lebih kuat dari investor, seperti peningkatan arus masuk ETF. Untuk itu diperlukan data ekonomi AS yang lebih lemah dan inflasi yang lebih rendah, sehingga The Fed terdengar lebih dovish,” kata analis UBS, Giovanni Staunovo.

Adapun harga emas global pada 2024 berpotensi terus menguat karena rencana penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) akan memengaruhi kekuatan dolar AS dan risiko dalam politik global.

Menurut Tim analis DCFX harga emas akan terus meningkat pada tahun 2024 mencapai sekitar US$2.100 per ons. Pasalnya dolar AS yang cenderung menurun lebih lama 2024 akan mendorong para trader mengalihkan modalnya ke emas.

“Hal ini pengaruh dari ketahanan suku bunga yang cukup lama, dengan demikian investor akan cenderung memilih emas karena ketidak pastian terhadap perekonomian cenderung menjadi safe haven dan menjadi sorotan pada 2024,” tulis tim riset, Selasa (26/12/2023).

Oleh sebab itu, DCFX memprediksi bahwa emas akan diperdagangkan lebih tinggi dari konsensus pasar dalam waktu dekat  karena statusnya sebagai aset safe haven. Adapun faktor lain adalah meningkatnya ketidakpastian, termasuk tekanan perbankan dan pendanaan, serta meningkatnya kemungkinan terjadinya resesi di AS pada tahun depan.

Tim riset memprediksi harga emas akan menunjukkan kenaikan yang signifikan. Nilai dolar AS yang cenderung menurun sebagai akibat dari gagal bayar dan pengaruh untuk membayar obligasi.

Dengan demikian akan mendorong investor untuk meninggalkan dolar AS dan beralih ke aset seperti emas. Penurunan yang dialami Dolar AS ini diprediksi akan berlangsung lama di tahun 2024.

“Tahun depan pun The Fed juga berencana untuk menahan suku bunga yang cenderung lebih lama sehingga tidak menutup kemungkinan prediksi 2024 akan kecenderungan mengalami penurunan terhadap Dolar AS dan kenaikan terhadap emas,” tulis tim.

Sebagai informasi, Harga emas bertahan di atas level US$2.000 per ounce pada akhir perdagangan tahun ini, Jumat (29/12/2023) waktu setempat, didukung oleh harapan Federal Reserve AS dapat memangkas suku bunga pada awal Maret.

Harga emas di pasar spot ditutup pada level US$2.064.34 per ons, sedikit turun dari sesi sebelumnya. Sementara itu, emas berjangka AS ditutup 0,6% lebih rendah ke posisi US$2.071.80.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper