Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Intraco Penta (INTA) Siapkan Belanja Modal Rp137 Miliar di 2024

Intraco Penta (INTA) menyiapkan belanja modal Rp137 miliar sepanjang 2024.
Pekerja melakukan perawatan alat berat articulate dump truck di workshop PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (25/9/2018)./JIBI-Dwi Prasetya
Pekerja melakukan perawatan alat berat articulate dump truck di workshop PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (25/9/2018)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten alat berat PT Intraco Penta Tbk. (INTA) menyiapkan belanja modal hingga Rp137,9 miliar untuk tahun 2024. Belanja modal atau capital expenditure (capex) ini bertambah dibandingkan dengan tahun 2023 ini. 

Direktur INTA Willianto Febriansa menuturkan pada 2023 INTA menargetkan belanja modal senilai Rp82,8 miliar. Menurut Willianto, belanja modal ini sebagian besar digunakan untuk peremajaan alat berat yang akan disewakan INTA pada 2023 

"Akan tetapi, sampai September 2023 kami menunda proses peremajaan alat berat ini. Sehingga peremajaan baru akan dilakukan pada 2024," tutur Willianto, dikutip Senin (25/12/2023). 

Dia melanjutkan, sampai September 2023 INTA baru merealisasikan belanja modal senilai Rp8,1 miliar, dari target capex Rp82,8 miliar. Sebagian besar capex ini digunakan untuk migrasi sistem baru, yakni sistem SAP R3 ke SAP F4 Hana. 

Dengan belum terrealisasinya seluruh belanja modal tahun ini, INTA menargetkan capex senilai Rp137,9 miliar. Sebesar 93% belanja modal ini akan digunakan untuk peremajaan alat berat disewakan sebesar Rp128,05 miliar. 

"Proses peremajaan alat yang kami lakukan di 2023 kami tunda menjadi di 2024. Ini mengingat masih banyaknya kontrak alat yang masih berlangsung hingga saat ini," ucapnya. 

Dia melanjutkan, dukungan dari principal sudah lebih dari cukup bagi INTA, khususnya untuk menyediakan stok alat berat, memprediksi kebutuhan pelanggan, dan mendatangkannya, yang mana itu semua membutuhkan modal kerja. 

Sementara itu, untuk penjualan alat berat sendiri didukung oleh perusahaan-perusahaan pembiayaan dan umumnya menggunakan skema atau pola sewa guna usaha. 

"Jadi bukan hal yang sulit dan telah menjadi standard practice di dunia alat berat," tuturnya.

Adapun hingga akhir tahun ini, INTA optimistis dapat mencatatkan pendapatan usaha hampir sebesar Rp1,2 triliun. Pendapatan ini tumbuh meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 70%.

***

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper