Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Komoditas Hari Ini (18/12): Batu Bara Kembali Melemah, CPO Masih Menghijau

Harga komoditas batu bara pada Jumat (15/12) masih melemah, CPO Lanjutkan Penguatan.
Aktivitas tambang batu bara di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan. - Bisnis/Husnul Iga Puspita
Aktivitas tambang batu bara di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan. - Bisnis/Husnul Iga Puspita

Bisnis.com, JAKARTA - Harga batu bara ICE Newcastle kontrak Januari 2024 pada perdagangan Jumat (13/12/2023) melemah -0,87% atau -1,25 poin ke level US$142,75 per metrik ton. Dalam sepekan, kontrak Januari 2024 telah melemah -7,09%

Adapun, kontrak untuk Februari 2024, harga batu bara ditutup melemah -0,46% atau -0,65 poin ke level US$139,85 per metrik ton, dan telah melemah -6,27% dalam sepekan.

Mengutip Bloomberg, Badan Energi Internasional (EIA) memperkirakan total konsumsi batu bara akan mencapai rekor tertinggi yaitu lebih dari 8,5 miliar metrik ton pada 2023. Meski demikian, pada tahun depan akan mengalami penurunan.

“Titik balik [penurunan harga] bagi batu bara jelas sudah di depan mata,” jelas  direktur pasar energi dan keamanan IEA, Keisuke Sadamori

Sementara itu, harga kontrak acuan crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit di bursa derivatif Malaysia pada Februari 2024 menguat 4 poin menjadi 3,692 ringgit per metrik ton, dan telah melemah sekitar -1,28% dalam sepekan.

Kemudian, untuk kontrak Maret 2024 melemah -1 poin, menjadi 3,711 ringgit per metrik ton. Dalam sepekan, kontrak ini telah melemah sekitar -1,54%. 

Mengutip ReutersSolvent Extractors' Association of India (SEA) menuturkan bahwa impor minyak kelapa sawit India di bulan November naik 22,8% dari bulan sebelumnya menjadi 869.491 metrik ton

Hal tersebut terjadi lantaran para penyuling lebih memilih minyak tropis dibandingkan minyak kedelai dan minyak bunga matahari, karena harga minyak sawit mengalami diskon besar-besaran. 

Pembelian yang lebih tinggi oleh importir minyak nabati terbesar di dunia dapat membantu menurunkan stok minyak kelapa sawit di produsen-produsen utama Indonesia dan Malaysia dan mendukung patokan kontrak berjangka.

Impor minyak kedelai meningkat sebesar 10,8% menjadi 149.894 ton, sementara impor minyak bunga matahari mengalami penurunan sebesar 16,3% mencapai level terendah dalam 17 bulan terakhir yakni 128.707 ton.

Peningkatan impor minyak kelapa sawit memberikan kontribusi signifikan terhadap total impor minyak nabati India pada bulan November 2023, meningkat hampir 13% dibandingkan bulan sebelumnya, mencapai 1,16 juta ton,. 

India umumnya membeli minyak kelapa sawit dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand, sementara impor minyak kedelai dan minyak bunga matahari berasal dari Argentina, Brazil, Rusia, dan Ukraina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper