Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Batu Bara Sumber Global (SGER) Rambah Bisnis Biomassa & Hidrogen Peroksida

Emiten batu bara PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) gencar melakukan diversifikasi dengan merambah bisnis biomassa & hidrogen peroksida.
Emiten tambang batu bara PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) gencar melakukan diversifikasi dengan merambah bisnis biomassa & hidrogen peroksida.. Bloomberg/Dimas Ardian
Emiten tambang batu bara PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) gencar melakukan diversifikasi dengan merambah bisnis biomassa & hidrogen peroksida.. Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten tambang batu bara PT Sumber Global Energy Tbk. (SGER) gencar melakukan diversifikasi bisnis dengan merambah proyek pengembangan biomassa dan juga hidrogen peroksida.

Mengacu keterbukaan informasi BEI, SGER menggandeng PT PLN Energi Primer Indonesia, anak usaha PT PLN (Persero) untuk menjajaki pengembangan dan pengelolaan biomassa berbasis pemanfaatan sumber daya setempat.

Adapun, nota kesepahaman atau MoU kerja sama telah ditandatangani oleh kedua pihak pada Senin, (11/12/2023). Dengan kerja sama tersebut, SGER optimistis kinerja perseroan dapat terdongkrak melalui bisnis energi baru dan terbarukan (EBT).

"Dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat menunjang kinerja perseroan menjadi lebih baik dan mengoptimalkan bisnis dalam bidang energi baru dan terbarukan [EBT]," ujar Corporate Secretary SGER Michael Harold dikutip Rabu, (13/12/2023).

Sebelumnya, SGER juga menyampaikan akan membangun pabrik hidrogen peroksida terbesar di Indonesia melalui anak usahanya, PT Hidrogen Peroxida Indonesia (HPI).

Pabrik tersebut nantinya memiliki kapasitas 20.000 metrik ton (100% konsentrasi) atau 40.000  metrik ton (50% konsentrasi) per tahun. Lokasi pabrik itu akan dibangun di daerah Merak, Banten, dan bermitra dengan PT Sulfindo Adiusaha dengan kepemilikan saham 45%.

Direktur Utama SGER Welly Thomas mengatakan, pembangunan pabrik tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan Indonesia akan H2O2, yang total impornya diperkirakan mencapai 40.000 metrik ton atau 50% pada 2023.

"Kontrak Engineering Procurement dan Construction (EPC) akan ditandatangani selambat-lambatnya pada Februari 2024 dengan target penyelesaian untuk operasional secara komersialnya pada bulan Oktober 2025," ujar Welly dalam keterangannya dikutip Rabu, (13/12/2023).

Dia mengatakan, permintaan hidrogen peroksida di Asia Tenggara diperkirakan akan terus pulih, terutama permintaan dari sektor tekstil dan kimia. Permintaan hidrogen peroksida dari Asia Tenggara diperkirakan akan tumbuh hingga 4,5% per tahun hingga 2030, di atas pertumbuhan PDB regional sebesar 4% pada periode yang sama.

Nantinya, kebutuhan akan bahan baku utama PT HPI, yaitu hidrogen (H2) akan dipasok sepenuhnya oleh PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BMSR). Adapun BMSR merupakan penyalur tunggal domestik produk produk kimia dari PT Sulfindo Adiusaha.

Sebagai informasi, hidrogen peroksida adalah bahan kimia ramah lingkungan yang bisa digunakan untuk berbagai sektor, mulai dari pulp and paper, tekstil, hingga pertambangan. Di pertambangan emas misalnya, hidrogen peroksida digunakan untuk memastikan konsentrasi oksigen terlarut dalam meningkatkan efisiensi pencucian emas.

“Dengan beroperasinya pabrik hidrogen peroksida milik SGER, kami berharap dapat meraih lebih banyak lagi kontribusi pendapatan dari sektor pertambangan, kimia, dan tekstil,” pungkas Welly.

Ditinjau kinerja keuangannya per kuartal III/2023, SGER meraup pendapatan bersih Rp9,52 triliun, atau naik 27,25% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp7,48 triliun.

Meningkatnya pendapatan bersih turut membuat beban pokok pendapatan naik 32,90% menjadi Rp8,65 triliun hingga kuartal III/2023, dari periode kuartal III/2022 yang sebesar Rp6,50 triliun.

Sementara itu laba kotor SGER menyusut 10,44% menjadi Rp873,46 miliar, dari sebelumnya Rp975,32 miliar. Alhasil laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga turun 14,31% menjadi Rp608,26 miliar, dibandingkan kuartal III/2022 sebesar Rp709,90 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper