Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sinyal Kalbe Farma (KLBF) Beri Dividen Triliunan

PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) berkomitmen membagikan dividen tunai kepada pemegang saham secara rutin.
Kantor PT Kalbe Farma Tbk./kalbe.co.id
Kantor PT Kalbe Farma Tbk./kalbe.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) berkomitmen membagikan dividen tunai kepada pemegang saham secara rutin dengan rasio mencapai 45%-55% dari laba bersih, meskipun kinerja tertekan di tengah normalisasi pasca pandemi Covid-19.

Pada tahun ini, emiten farmasi tersebut telah membagikan dividen dengan total nilai mencapai Rp1,76 triliun untuk tahun buku 2022. Pembayaran dividen terjadi pada 31 Mei 2023. Adapun total dividen ini setara dengan Rp38 per saham.

Secara rasio pembayaran atau dividend payout ratio (DPR), total dividen yang dibagikan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun buku 2021. Rinciannya, tahun buku 2021 memiliki rasio 52% sementara tahun buku 2022 mencapai 52,5%.

Chief Financial Officer KLBF Kartika Setiabudy mengatakan bahwa terkait dengan dividen, perseroan mempunyai kebijakan untuk selalu membagikan dividen secara rutin di setiap tahunnya dengan kisaran rasio 45% hingga 55% dari laba.

“Komitmen ini yang kami pegang juga ke depan supaya kami bisa memberikan hasil atau return yang baik kepada para pemegang saham,” ujarnya dalam public expose live, Selasa (28/11/2023).

Dari sisi kinerja, berdasarkan laporan keuangan per akhir September 2023, KLBF mencatatkan penjualan neto sebesar Rp22,56 triliun. Pendapatan tersebut mengalami kenaikan sebesar 6,5% dari posisi Rp21,18 triliun per September 2022.

Perinciannya, penjualan KLBF di pasar domestik senilai Rp21,13 triliun yaitu obat resep Rp5,18 triliun, produk kesehatan Rp2,32 triliun, nutrisi Rp5,61 triliun, distribusi dan logistik Rp8 triliun. Adapun, penjualan ekspor berkontribusi Rp1,42 triliun per September 2023.

Sementara itu, beban pokok penjualan perseroan juga mengalami kenaikan menjadi Rp13,65 triliun dari sebelumnya sebesar Rp12,44 triliun. Laba bruto KLBF masih meningkat menjadi Rp8,90 triliun dari sebelumnya Rp8,73 triliun.

Namun, Kalbe mencatatkan penyisihan persediaan usang Rp52,72 miliar dari sebelumnya Rp1,16 miliar. KLBF juga membukukan rugi selisih kurs neto Rp41,13.

Hal itu pun membuat bottom line perusahaan tertekan. KLBF mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp2,06 triliun per kuartal III/2023. Laba bersih Kalbe tersebut turun 16,94% dari Rp2,48 triliun per kuartal III/2022.

Terkait penurunan tersebut, Kartika mengatakan bahwa secara finansial ada berbagai hal yang mempengaruhi kinerja keuangan perseroan. Meski demikian, dia meyakini kinerja Kalbe Farma akan membaik mulai tahun depan.

“Memang kami melihat bahwa prospek ke depan untuk 2024 adalah suatu normalisasi yang tentunya akan mencapai kinerja yang lebih baik. Harapan kami bahwa secara penjualan kami dapat meraih lebih tinggi dari tahun ke tahun,” kata Kartika. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper