Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indonesian Tobbaco (ITIC) Cetak Laba Rp18,86 Miliar Kuartal III/2023, Turun 2,34%

PT Indonesian Tobacco Tbk. (ITIC) mencatatkan kenaikan pendapatan sepanjang kuartal III/2023, namun laba bersih perseroan turun tipis 2,34%.
Produk tembakau iris buatan PT Indonesian Tobacco Tbk. (ITIC)/indonesiantobacco.com
Produk tembakau iris buatan PT Indonesian Tobacco Tbk. (ITIC)/indonesiantobacco.com

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten produsen olahan tembakau, PT Indonesian Tobacco Tbk. (ITIC) menorehkan kinerja moncer per 30 September 2023 atau hingga kuartal III/2023 dengan mencatatkan kenaikan pendapatan, namun laba bersih perseroan turun tipis.

Berdasarkan laporan keuangan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), laba bersih ITIC turun 2,34% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp18,86 miliar, dibanding periode sama 2022 sebesar Rp19,31 miliar.

Sementara itu, penjualan perseroan terpantau naik 6,52% yoy menjadi Rp221,15 miliar, dibanding kuartal III/2022 sebesar Rp207,6 miliar. Total penjualan lokal ITIC sebesar Rp224,26 miliar, sedangkan ekspor Rp715,71 juta, penjualan itu dikurangi biaya retur dan diskon Rp3,83 miliar.

Ditinjau berdasarkan segmen geografis, penjualan domestik ITIC ke Papua berkontribusi paling besar yakni Rp156,35 miliar, diikuti Nusa Tenggara Rp37,52 miliar, Kalimantan Rp30,01 miliar, dan lain-lain.

Sedangkan untuk penjualan ekspor, ITIC telah memasarkan produk tembakaunya ke Malaysia sebesar Rp404,8 juta, Singapura sebesar Rp289,17 juta, dan Jepang sebesar Rp21,73 juta.

Seiring kenaikan penjualan, beban pokok ITIC juga naik 10,53% yoy menjadi Rp165,65 miliar, dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp149,86 miliar.

Alhasil, laba bruto perseroan turun tipis 3,88% menjadi Rp55,49 miliar, dibanding periode sama 2022 sebesar Rp57,73 miliar.

Adapun, kas dan bank akhir periode ITIC hingga kuartal III/2023 sebesar Rp708,36 juta, naik dibanding periode sama 2022 sebesar Rp702,04 juta.

Berdasarkan neraca, total aset ITIC turun menjadi Rp543,72 miliar hingga 30 September 2023, dibanding periode 31 Desember 2022 sebesar Rp553,20 miliar.

Liabilitas perseroan turun menjadi Rp165,10 miliar dibanding akhir 2022 sebesar Rp188,88 miliar. Sedangkan ekuitas naik menjadi Rp378,61 miliar dibanding akhir Desember 2022 sebesar Rp364,32 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper