Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

UNTR Tepis Kabar Akuisisi ARCI, Cek Target Produksi Emasnya

PT United Tractors Tbk. (UNTR) menepis kabar akan mengakuisisi saham emiten tambang emas Grup Rajawali milik taipan Peter Sondakh, Archi Indonesia (ARCI).
Dionisio Damara Tonce,Farid Firdaus,Hafiyyan
Selasa, 17 Oktober 2023 | 17:49
PT United Tractors Tbk. (UNTR) menepis kabar akan mengakuisisi saham emiten tambang emas Grup Rajawali milik taipan Peter Sondakh, Archi Indonesia (ARCI). (Bloomberg)
PT United Tractors Tbk. (UNTR) menepis kabar akan mengakuisisi saham emiten tambang emas Grup Rajawali milik taipan Peter Sondakh, Archi Indonesia (ARCI). (Bloomberg)

Bisnis.com, JAKARTA – Entitas Grup Astra, PT United Tractors Tbk. (UNTR) menepis kabar akan mengakuisisi saham emiten tambang emas Grup Rajawali milik taipan Peter Sondakh, PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI).

Sekretaris Perusahaan UNTR Sara K. Loebis dalam jawaban tertulis ke Bursa Efek Indonesia menegaskan iformasi UNTR akan mengakuisisi saham ARCI tidak benar.

"Pemberitaan yang beredar [UNTR mengakuisisi ARCI] adalah tidak benar," jelasnya, Selasa (17/10/2023).

Perseroan juga menyampaikan akan menginformasikan setiap fakta material sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) pun melakukan konfirmasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) perihal kabar rencana pelepasan saham ARCI oleh Grup Rajawali Corp milik konglomerat Peter Sondakh.

Sekretaris Perusahaan ARCI Hdayat Dwiputro Sulaksono menyampaikan perseroan tidak mengetahui informasi yang dapat memengaruhi nilai saham ARCI. Manajemen perseroan juga tidak mengetahui adanya aktivias dari pemegang saham tertentu.

"Sampai saat ini, perseroan tidak memiliki informasi atau kejadian penting yang dapat memengaruhi kelangsungan perseroan dan harga saham," paparnya dalam penjelasan tertulis ke BEI, Selasa (17/10/2023).

Saham ARCI pun anjlok 7,58% atau 32 poin menjadi Rp390. Sepanjang hari ini, saham ARCI bergerak di rentang Rp382-Rp432. Kapitalisasi pasarnya Rp9,69 triliun dengan valuasi PER 43,99 kali.

Sebelumnya pada Senin (16/10/2023), saham ARCI melesat 17,22% atau 62 poin menjadi Rp422. Kapitalisasi pasarnya naik menjadi Rp10,48 triliun.

Tren reli saham ARCI sudah terjadi pada perdagangan akhir pekan Jumat (13/10/2023), di mana saham ARCI naik 6,51% atau 22 poin ke level Rp260. Sepanjang hari, saham ARCI sempat menyentuh level tertinggi di harga Rp400 dan terendah di harga Rp334.

PT Rajawali Corp milik taipan Peter Sondakh ramai dikabarkan tengah mempertimbangkan penjualan saham Archi Indonesia. Menurut sumber Bloomberg, Jumat (13/10/2023), Rajawali Corp bekerja sama dengan penasihat keuangan mengenai potensi divestasi tersebut dan mungkin memutuskan untuk tetap mempertahankan sahamnya.

Menurut salah satu sumber anonim Bloomberg, Rajawali yang memiliki sekitar 85 persen saham penambang tersebut, sedang mencari valuasi sekitar US$1 miliar untuk ARCI dalam sebuah kesepakatan.

Saham Archi telah meningkat sekitar 3% tahun ini, memberikan nilai pasar perusahaan sebesar Rp8,5 triliun atau setara US$540 juta. Namun, kapitalisasi pasar ARCI kini menembus Rp10 triliun dengan kenaikan 27% sepanjang 2023.

Diskusi atas penjualan saham ARCI sedang berlangsung dan belum ada kepastian Rajawali Corp akan melanjutkan transaksi atau tidak.

Perwakilan Archi mengatakan mereka tidak memiliki informasi mengenai kesepakatan tersebut karena ini merupakan urusan pemegang saham, sementara perwakilan Rajawali tidak menanggapi permintaan komentar melalui telepon dan email.

Sebelumnya, manajemen ARCI menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan sebesar 20 persen sejalan dengan target peningkatan produksi sepanjang 2023. 

Direktur Utama Archi Indonesia Rudy Suhendra mengatakan keyakinan capaian target tersebut seiring dengan perbaikan Pit Araren yang longsor serta penambahan infrastruktur yang diharapkan dapat menekan pengeluaran ARCI. 

“Kalau kita berbicara soal produksi, maka target finansial juga akan tumbuh 20 persen juga dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya kepada Bisnis, Selasa (22/8/2023). 

Rudy menjelaskan hingga saat ini ARCI menargetkan pertumbuhan produksi sebesar 20 persen. Target tersebut merupakan bagian dari target jangka panjang yang disebut akan memproduksi emas lebih dari 200.000 ons seperti sebelum tahun 2022. 

Target Emas UNTR

PT United Tractors Tbk. (UNTR) sendiri berencana meningkatkan produksi emas pada 2024 dan 2025, setelah sepanjang tahun ini terpaksa menurunkan target produksi.

Investor Relations UNTR Ari Setiawan menuturkan perseroan akan mendorong produksi emas di Martabe, Sumatera Utara, yang dijalankan unit usaha PT Agincourt Resources, dan mengharapkan peningkatan produksi dari pengoperasian tambang Sumbawa Juta Raya (SJR).

“Tahun depan diharapkan meningkat, selain dari Martabe, juga dari SJR yang saat ini dalam proses penyelesaian pembangunan infrastruktur. Target tahun depan total menjadi 250.000 troy ounce dan tahun 2025 total sekitar 300.000 troy ounce,” tuturnya, Kamis (12/10/2023).

Pada tahun ini, United Tractors mesti menurunkan target produksi emas hingga 50 persen karena keterbatasan tailing storage facility yang saat ini masih dalam proses penambahan kapasitas.

Ari menyampaikan bahwa penambahan kapasitas tailing storage membuat perseroan harus melakukan penyesuaian produksi. Oleh sebab itu, kendati harga emas saat ini tengah melambung, UNTR tetap mempertahankan target penurunan produksi.

“Produksi harus disesuaikan sehingga kami merevisi turun produksi. Saat ini, [tailing storage] dalam tahap pembangunan dan sesuai rencana diperkirakan rampung akhir tahun, sehingga belum ada revisi target,” kata Ari.

Berdasarkan laporan keuangan per akhir Juni lalu, unit usaha UNTR pada bidang pertambangan emas di Martabe, Sumatera Utara, yang dijalankan PT Agincourt Resources, mencatatkan total penjualan 109.477 troy ons atau turun 23,85% (year-on-year/YoY).

United Tractors diketahui telah mendiversifikasi usaha ke pertambangan emas dengan mengakuisisi PT Sumbawa Juta Raya (SJR) pada 2015, dan mengambil alih PT Agincourt Resources (PTAR) pada tahun 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper