Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Principal Indonesia dan Standard Chartered Tawarkan Reksa Dana Syariah Skala Asean

Produk ini meluncur lewat dorongan kondisi wilayah Asean yang merupakan ekonomi terbesar kelima di dunia dengan kombinasi GDP 3 triliun Dolar AS.
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis/Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis/Himawan L Nugraha
Bisnis.com, JAKARTA - Manajer investasi PT Principal Asset Management Indonesia (Principal Indonesia) resmi menggandeng Standard Chartered Indonesia dalam rangka penyediaan produk reksa dana pilihan bagi para nasabah.
Presiden Direktur dari Principal Indonesia Naresh Krishnan kerja sama untuk menjadi mitra distribusi Standard Chartered merupakan strategi tepat, menilik Standard Chartered telah dipercaya masyarakat sebagai penyedia layanan wealth management kenamaan di Indonesia.
"Kami sangat senang atas kerja sama ini, sehingga kami berkesempatan untuk menyediakan produk-produk baru yang berbeda serta meningkatkan portofolio investasi nasabah Standard Chartered Indonesia,” ujar Naresh dalam keterangan tertulis, Kamis (31/8/2023).
Melalui kerja sama ini, Standard Chartered Indonesia saat ini menyediakan Reksa Dana Syariah Principal Islamic ASEAN Equity Syariah (USD), produk reksa dana offshore yang baru saja diluncurkan Principal Indonesia.
Naresh menyebut bahwa produk ini meluncur lewat dorongan kondisi wilayah Asean yang merupakan ekonomi terbesar kelima di dunia secara kolektif dengan kombinasi GDP sebesar 3 triliun Dolar AS dan memiliki populasi lebih dari 650 juta jiwa.
Peran Asean sebagai pusat manufaktur yang sangat berkembang, serta memiliki kekayaan alam berlimpah dan potensi wisata yang tinggi, membuat Asean bertumbuh menjadi destinasi investasi yang sangat berpotensial.
Selain itu, Master Plan on Asean Connectivity 2025 (MPAC) yang kini tengah dicanangkan memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut.
MPAC 2023 dapat menjembatani kekuatan yang dimiliki tiap negara anggota untuk membangun kekuatan wilayah yang lebih besar di 5 hal utama: Sustainable Infrastructure, Digital Innovation, Seamless Logistics, Regulatory Excellence, and People Mobility.
Hal ini melengkapi komitmen Principal sebagai salah satu perusahaan manajemen investasi terdepan yang memiliki produk investasi Syariah, dan melayani investor di Malaysia, Indonesia, Timur Tengah, dan Eropa, dengan layanan inovatif yang membantu investor mencapai tujuan finansial mereka.
"Principal Indonesia berfokus untuk menyediakan produk-produk yang dapat membantu investasi masyarakat Indonesia, serta menambah nilai pada portofolio investasi mereka, salah satunya dengan penyediaan reksa dana baru ini," tutup Naresh.
Head of Wealth Management Standard Chartered Indonesia Meru Arumdalu menjelaskan produk reksa dana syariah bersifat ekuitas offshore dengan denominasi dolar AS yang tersedia di Indonesia ini harapannya bermanfaat bagi nasabah yang ingin berinvestasi sekaligus mendapatkan manfaat dari pertumbuhan investasi di wilayah Asean.
"Dengan tersedianya produk ini, maka semakin lengkap pilihan produk reksa dana untuk para nasabah kami, sesuai dengan komitmen kami untuk membantu mewujudkan tujuan investasi mereka. Standard Chartered Indonesia juga memberikan kemudahan bagi para nasabah dalam mengakses produk-produk investasi kami, baik secara digital maupun face-to-face," ungkap Meru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Editor : Thomas Mola
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper