Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kondisi Global Sebabkan Rugi Bersih Sritex (SRILL) Bengkak Rp1,17 Triliun

Kinerja emiten tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) masih terdampak kondisi perang Rusia-Ukraina, serta tingginya inflasi, dan suku bunga global.
Kinerja emiten tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) masih terdampak kondisi perang Rusia-Ukraina, serta tingginya inflasi, dan suku bunga global. /sritex.co.id
Kinerja emiten tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) masih terdampak kondisi perang Rusia-Ukraina, serta tingginya inflasi, dan suku bunga global. /sritex.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja emiten tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) masih terdampak kondisi perang Rusia-Ukraina, serta tingginya inflasi, dan suku bunga global. Hal tersebut menjadi pemberat atas beban utang yang tidak diringi dengan peningkatan penjualan. 

Direktur Keuangan Sritex Welly Salam mengatakan penjualan yang turun terutama segmen ekspor disebabkan oleh melemahnya permintaan dari pelanggan sebagai akibat dari perang Rusia dan Ukraina yang menyebabkan kawasan Eropa lebih fokus pada kebutuhan pangan dan energi. 

“Selain itu dengan kenaikan inflasi dan suku bunga bank-bank sentral di berbagai negara maka hal ini menambah beban atas beban hutang yang tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan,” katanya kepada Bisnis, Selasa (15/8/2023). 

Selain penjualan ekspor yang turun terjadi di kawasan Asia, Eropa, Amerika Serikat dan Amerika Latin, Uni Emirat Arab dan Afrika, SRIL juga mengalami pelemahan permintaan di pasar domestik. 

Selain karena penjualan yang turun, rugi bersih yang membengkak juga disebabkan oleh beban produksi yang belum dapat ditekan mengikuti penurunan penjualan. 

Berdasarkan laporan keuangan, SRIL membukukan pendapatan sebesar US$166,90 juta atau setara Rp2,50 triliun (kurs jisdor 28 Juni 2023 Rp15.000). Raihan tersebut tergerus 52,17 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$348,89 juta. 

Penurunan penjualan bersih tersebut seiring dengan penurunan penjualan segmen lokal dan ekspor. Secara lebih rinci, penjualan ekspor tercatat sebesar US$81,26 juta atau turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$171,83 juta. Sementara itu untuk segmen penjualan lokal juga ikut tergerus menjadi US$85,67 juta dari sebelumnya sebesar US$177,06 juta. 

Sementara itu, beban pokok juga ikut turun 44,29 persen menjadi US$198,25 juta atau setara dengan Rp2,97 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$355,90 juta.

Sritex juga membukukan beban penjualan sebesar US$11,83 juta, beban umum dan administrasi sebesar US$14,71 juta. Sementara itu rugi selisih kurs tercatat sebesar US$16,17 juta serta beban keuangan tercatat sebesar US$7,70 juta.

Welly mengatakan rugi kurs ini dikarenakan penguatan rupiah sementara pembukuan perusahaan dalam dolar AS. Hal tersebut menyebabkan utang-utang dalam rupiah ditranslasi ke dolar AS menimbulkan kerugian selisih kurs. 

“Hal ini di luar kontrol Perusahaan sehingga tidak ada strategi untuk mengurangi selisih kurs tersebut untuk saat ini,” katanya. 

Atas penurunan penjualan dan beban pokok tersebut rugi kotor membengkak menjadi US$31,35 juta atau setara Rp420,26 miliar. Rugi kotor tersebut naik 347,76 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelum sebesar US$7 juta. 

Kemudian rugi bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk ikut naik 27,63 persen ke posisi US$78,03 juta atau setara Rp1,17 triliun. Rugi itu membengkak dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$61,14 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper