Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

TEBE Pacu Angkutan Batu Bara, Tunjuk Mantan Bos KSEI jadi Komisaris

Emiten infrastruktur pertambangan batu bara, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) menargetkan pertumbuhan kinerja pada 2023.
Uriep Budhi Prasetyo, mantan Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menjadi komisaris emiten infrastruktur pertambangan batu bara, PT Dana Brata Luhur Tbk. Emiten bersandi saham TEBE ini menargetkan pertumbuhan kinerja pada 2023.
Uriep Budhi Prasetyo, mantan Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menjadi komisaris emiten infrastruktur pertambangan batu bara, PT Dana Brata Luhur Tbk. Emiten bersandi saham TEBE ini menargetkan pertumbuhan kinerja pada 2023.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten infrastruktur pertambangan batu bara, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) menargetkan pertumbuhan kinerja pada 2023. Perseroan juga menunjuk mantan bos PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai komisaris.

Direktur Utama TEBE, Dian Heryandi, menyampaikan manajemen optimis dapat menorehkan kinerja cemerlang pada tahun 2023. Hal itu salah satunya akan didukung oleh permintaan batu bara yang diperkirakan akan tetap kuat karena pertumbuhan ekonomi negara konsuemn utama seperti China, India, dan Eropa cukup tinggi.

"Konsumsi batu bara China diperkirakan akan meningkat di tahun 2023. Begitu pula permintaan dari India. Hal ini didorong oleh permintaan listrik dan kebutuhan di sektor industri masih cukup tinggi dari negara tersebut. Sementara, permintaan batu bara Eropa masih tidak pasti, mengingat situasi yang masih bergejolak terkait aliran gas Rusia," jelasnya dalam siaran pers, Kamis (3/8/2023).

Dengan demikian, hal tersebut masih memberikan peluang yang cukup besar bagi Indonesia dalam hal ini Industri pertambangan batu bara untuk meningkatkan kran ekspor batu bara ke negara tersebut.

Dian menyampaikan TEBE menargetkan pertumbuhan kinerja pendapatan 10 persen-15 persen pada 2023. Pertumbuban pendapatan akan didorong salah satunya dari volume angkut batu bara tahun ini ditargetkan sebesar 12 juta ton, naik dari tahun sebelumnya 10 juta ton.

Untuk melancarkan target tersebut, Chief Financial Officer (CFO) Dana Brata Luhur Yudo Wijayanto menambahkan, TEBE telah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp19 miliar pada tahun ini. Hingga saat ini, realisasi belanja modal perseroan sudah mencapai 95 persen dari yang dianggarkan.

"Sebagian dana, kami alokasikan untuk upgrade conveyor line-4. Kalau sebelumnya itu, tidak menggunakan conveyor sekarang sudah menggunakan conveyor dengan kapasitas 2.000 ton per jam. Ini diharapkan jadi tulang punggung perseroan yang nantinya dapat meningkatkan revenue TEBE. Kemudian dana juga dipergunakan untuk penambahan lahan stockpile dan penambahan armada atau truk," imbuhnya.

Yudo juga menuturkan, hari ini TEBE telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Agenda yang disetujui adalah perubahan kepengurusan yakni adanya perombakan di Jajaran Dewan Komisaris TEBE.

Samsul Hidayat resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisaris Independen di TEBE, karena menjabat sebagai Direktur Utama KSEI. Perseroan pun menunjuk Uriep Budi Prasetyo sebagai penggantinya.

"Bapak Samsul Hidayat telah ditunjuk untuk jadi Dirut KSEI. Jadi berdasarkan aturan Bursa, kami harus menunjuk penggantinya. Dalam hal ini, Bapak Uriep Budi Prasetyo. Kebetulan Bapak Uriep juga Eks Dirut KSEI," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper