Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bitcoin dalam Tren Bullish, Bisa Tembus US$40.000?

Tren bullish melingkupi Bitcoin di tengah adanya  proposal ETF Bitcoin Spot dari sejumlah perusahaan besar bisa membawa harga menembus US$40.000.
Warga beraktivitas di dekat logo mata uang kripto di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Warga beraktivitas di dekat logo mata uang kripto di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Harga aset kripto ternama dunia, Bitcoin, melonjak dalam sepekan, menyentuh level di atas US$30.000 per koin terdorong oleh sejumlah faktor, seperti pengajuan proposal ETF Bitcoin Spot dari sejumlah perusahaan besar termasuk Blackrock

Mengutip data Coinmarketcap.com Minggu (25/6/2023) pukul 15.00 WIB, harga Bitcoin tercatat naik 0,42 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya, dan dalam sepekan naik 15,81 persen ke US$30.747 per koin. 

Aset kripto lainnya seperti Ethereum juga naik 1,44 persen dalam sehari ke level US$1.913 per koin dan naik 10,68 persen dalam sepekan, dan Litecoin naik 15,61 persen dalam sepekan ke US$89,15 per koin. 

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan beberapa faktor yang mendorong kenaikan harga Bitcoin di antaranya didorong oleh proposal ETF Bitcoin Spot dari sejumlah perusahaan besar seperti Blackrock, Fidelity, Wisdomtree, Valkyrie, dan Invesco.

"Berita ini akan memberikan dampak positif dalam beberapa bulan mendatang dan bisa menjadi salah satu sentimen utama dalam persiapan untuk Halving Bitcoin tahun depan," ujar Fyqieh dalam riset, dikutip Minggu (25/6/2023). 

Pada Rabu (21/6/2023), pasar kripto merespons positif pengajuan Blackrock, perusahaan manajemen aset dengan total dana kelola lebih dari US$10 triliun.  Fear of missing out (FOMO) yang muncul di kalangan investor ritel memicu mereka untuk masuk lebih awal sebelum proposal ETF Bitcoin Spot ini disetujui dan diimplementasikan.

Meski proposal ini belum mendapat persetujuan dari SEC, Blackrock telah menerima dukungan suara yang sangat tinggi, yaitu 575 suara dari total 576 suara. Informasi ini berdampak positif pada pasar aset kripto.

"Dengan total dana kelola lebih dari US$18 triliun dari kelima perusahaan tersebut, ada potensi aliran aset dan dana dari saham dan obligasi negara ke Bitcoin. Ini bisa memicu peningkatan harga Bitcoin yang signifikan. Namun, tidak semua dana tersebut akan beralih ke Bitcoin, melainkan hanya sebagian kecil saja," ungkap Fyqieh. 

Mengenai prospek harga Bitcoin hingga akhir semester I/2023 dan akhir  2023, Fyqieh memperkirakan Bitcoin akan mencapai level US$33.000 atau sekitar Rp493 juta per koin di akhir semester ini. 

"Harga US$33.000 merupakan harga Lower Low yang terjadi pada Januari 2022. Indikator Stochastic RSI harian telah mencapai poin 100/100, menandakan kondisi overbought. Kenaikan harga saat ini dianggap tidak wajar karena adanya FOMO yang berlebihan," jelas Fyqieh.

Sementara itu, dalam jangka waktu mingguan dan bulanan, Bitcoin diperkirakan akan terus mengalami tren bullish. Namun, untuk mengkonfirmasi kenaikan harga menuju US$33.000, Bitcoin perlu berhasil menembus level resistensi di harga US$31.000 atau Rp463 juta dan menutup di atasnya secara harian.

Sementara itu, untuk awal semester depan, target harga Bitcoin sekitar US$34.800 atau Rp 520 juta per koin. 

"Prediksi ini didasarkan pada golden ratio fibonacci retracement 1.68 yang ditarik dari harga US$31.000 ke US$25.000," tambah Fyqieh.

Namun, Fyqieh juga mengingatkan bahwa pasar kripto sangat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal yang sulit diprediksi. Oleh karena itu, investasi dalam Bitcoin dan aset kripto lainnya selalu melibatkan risiko tinggi, dan keputusan investasi harus didasarkan pada penelitian menyeluruh dan pemahaman yang baik terhadap risiko yang terkait.

Pada trennya, jika dilihat secara bulanan, Bitcoin diprediksi akan mengalami tren bullish pada Juli mendatang, dengan potensi kenaikan harga lebih tinggi dibandingkan pada Agustus. 

"Jika Blackrock mulai mengimplementasikan proposalnya, maka bulan-bulan berikutnya kemungkinan akan mengalami tren bullish yang lebih kuat, dengan potensi kenaikan hingga US$40.000 atau sekitar Rp579 juta. Meski begitu, target terdekat yang realistis adalah US$35.000 atau Rp523 juta, dan kita perlu menunggu konfirmasi pergerakan harga selanjutnya," tutup Fyqieh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Reni Lestari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper