Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Diprediksi Terkoreksi Jelang RDG BI, Saham BTPS & BBNI Bisa Cuan

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG cenderung menguji support area di 6.600-6.630 pada perdagangan hari ini. 
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHS) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHS) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan koreksi ke di 6.600 pada perdagangan hari ini, Rabu (21/6/2023) menanti Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada 22 Juni 2023. 

Head of Research Phintraco Sekuritas menyebutkan IHSG diperkirakan cenderung menguji support area di 6.600-6.630 pada perdagangan hari ini. 

“Secara teknikal, MACD membentuk death cross yang didukung dengan pelebaran negative slope pada Stochastic RSI,” katanya dalam riset harian, Rabu (21/6/2023). 

Proyeksi tersebut didasari pada kecenderungan sikap wait and see pelaku pasar jelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 22 Juni 2023. Dalam RDG tersebut, BI diyakini akan mempertahankan suku bunga acuan di 5,75 persen. 

Akan tetapi, sentimen negatif berasal dari regional dari keputusan bank sentral Tiongkok untuk memangkas loan prime rate sebesar 10 bps setelah sebelumnya memangkas key lending rates pekan lalu. Kebijakan ini memicu kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi Tiongkok saat ini dan kaitannya dengan kekhawatiran penurunan permintaan. 

Indeks-indeks Wall Street ditutup melemah pada Selasa (20/6/2023), setelah libur Juneteenth. Pasar mengantisipasi pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell di Rabu (21/6/2023) waktu setempat, yang diharapkan akan mengambil kebijakan less hawkish. Sebelumnya, The Fed mengindikasikan akan ada 2 (dua) kali kenaikan sukubunga acuan lagi di 2023 pada FOMC pekan lalu. 

Sejalan dengan Wall Street, mayoritas indeks Eropa ditutup melemah di Selasa (20/6). Pelemahan ini terjadi ditengah pasar yang masih wait and see terhadap prospek ekonomi global, terutama menyusul data ekonomi terbaru dari Tiongkok.

Harga minyak ditutup melemah di Selasa (20/6/2023). Harga brent oil turun 0,3 persen ke US$75.90 per barel, sementara harga crude oil turun 1,8 persen ke US$70.50 per barel. Hal ini dipicu oleh perlambatan pertumbuhan permintaan minyak di Tiongkok, dan kekecewaan pasar terhadap kebijakan loan prime rate di Tiongkok.

Adapun beberapa rekomendasi Phintraco Sekuritas yaitu pelaku pasar dapat mencermati peluang buy on support pada ACES, AMRT, MAPI; potensi rebound lanjutan pada BTPS dan BBNI; dan potensi bullish continuation di WIFI dan GGRM. 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper