Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ada Sentimen Utang AS, Harga Minyak Mentah Indonesia Jatuh ke US$70,12 per Barel

Harga rata-rata minyak mentah Indonesia Mei 2023 sebesar US$70,12 per barel atau turun 11,6 persen dibanding bulan sebelumnya terimbas sentimen utang AS.
Harga rata-rata minyak mentah Indonesia Mei 2023 sebesar US$70,12 per barel atau turun 11,6 persen dibanding bulan sebelumnya terimbas sentimen utang AS./Bloomberg-Jason Alden
Harga rata-rata minyak mentah Indonesia Mei 2023 sebesar US$70,12 per barel atau turun 11,6 persen dibanding bulan sebelumnya terimbas sentimen utang AS./Bloomberg-Jason Alden

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menetapkan rata-rata minyak mentah Indonesia Mei 2023 sebesar US$70,12 per barel atau turun 11,6 persen dari posisi bulan sebelumnya di level US$79,34 per barel. 

Penetapan ICP Mei 2023 itu tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 216.K/MG.03/DJM/2023 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Mei 2023 tanggal 5 Juni 2023.

Tim Harga Minyak Mentah  Indonesia mempertimbangkan utang AS yang tinggi saat ini berpotensi mendorong resesi global yang akhirnya mengoreksi permintaan minyak.

Lebih lanjut, kondisi tersebut juga memicu penurunan margin kilang secara global pada kuartal 2 tahun ini.

Beberapa pertimbangan dari tim perumus harga minyak Indonesia itu di antaranya :

  1. US FOMC kembali meningkatkan Fed Rate sebesar 0,25 persen menjadi 5-5,25 persen pada 3 Mei 2023. Kenaikan tersebut melanjutkan upaya Bank Sentral AS dalam kisaran 1 tahun terakhir melalui peningkatan Fed Rate hingga 5 persen untuk menurunkan inflasi menjadi 2 persen.
  2. Kekhawatiran akan penanganan debt ceiling AS yang akan jatuh tempo pada 1 Juni 2023.
  3. MF menyampaikan terdapat perlambatan pertumbuhan perekonomian tahun 2023 di Timur Tengah, Afrika Utara dan Asia Tengah.

“Ekspor Rusia paska invasi mencapai rekor tertinggi pada April 2023 hingga mencapai 8,3 juta barel per hari, termasuk rencana ekspor Rusia ke Cina akan meningkat di kisaran 40 persen pada 2023,” tulis Tim Harga dalam laporan singkat seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (6/6/2023).

Faktor lain yang menyebabkan penurunan harga minyak mentah Mei 2023 adalah proyeksi pertumbuhan permintaan minyak mentah dari Platts yang negatif atau turun 0,17 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya.

Selain itu, terkait pasokan minyak mentah dunia:

  1. Terdapat ekspektasi peningkatan produksi dari negara-negara OECD di tahun 2023 sebesar 1,5 juta barel per hari dibandingkan tahun lalu yang didominasi oleh AS, Norwegia dan Kanada.
  2. Ekspektasi peningkatan suplai minyak dari negara Non-OECD didominasi oleh Amerika Latin, Kazakhstan dan Cina dengan pertumbuhan tahunan pada 2023 secara berurutan sebesar 0,4 juta barel per hari, 110 ribu barel per hari dan 70 ribu barel per hari.
  3. Pada laporan OPEC bulan Mei 2023, terdapat revisi naik proyeksi produksi negara Non-OPEC dibandingkan publikasi bulan lalu pada triwulan II tahun 2023 sebesar 0,18 juta barel per hari menjadi 66,71 juta barel per hari.

Penurunan harga minyak mentah juga lantaran pada awal Mei 2023, pasar kembali khawatir pada stabilitas sektor perbankan AS paska penurunan deposito Bank Pacwest hingga 9,5 persen.

“Faktor lainnya adalah apresiasi Dolar AS terhadap mata uang utama dunia lain pada Mei 2023 dibandingkan April 2023,” kata Tim Harga.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh Crude throughput Cina mengalami titik terendah dalam 4 bulan terakhir, di mana kilang offline mencapai 1,2 juta barel per hari. Lebih lanjut, impor Cina bulan April 2023 turun 16,2% menjadi 10,36 juta barel per hari dibandingkan Maret 2023.

Selain itu, Manufacturing Purchasing Manager Index Cina di bulan April 2023 turun menjadi 49,2 dibandingkan Maret 2023 sebesar 51,9.

Korea, importir minyak tertinggi ke-4 di dunia, mengalami penurunan impor hingga 2,6 juta barel per hari pada bulan April 2023 yoy menjadi 78,04 juta barel.

“Terdapat penurunan permintaan pada bulan Mei 2023 di Jepang yang dipicu oleh shutdown beberapa kilang antara lain Cosmo Oil dengan kapasitas sebesar 102 ribu barel per hari, Sakai dengan kapasitas 100 ribu barel per hari dan ENEOS dengan kapasitas 141 ribu barel per hari,” pungkas Tim Harga.

Selengkapnya perkembangan harga minyak mentah utama bulan Mei 2023 dibandingkan April 2023 sebagai berikut:

• Dated Brent turun sebesar US$9,38 per barel dari US$84,94 per barel menjadi US$75,55 per barel. 

• WTI (Nymex) turun sebesar US$7,82 per barel dari US$79,44 per barel menjadi US$71,62 per barel. 

• Brent (ICE) turun sebesar US$7,67 per barel dari US$83,37 per barel menjadi US$75,69 per barel. 

• Basket OPEC turun sebesar US$8,19 per barel dari US$84,13 per barel menjadi US$75,94 per barel. 

• Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun sebesar US$9,22 per barel dari US$79,34 per barel menjadi US$70,12 per barel

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper