Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Resep RS Hermina (HEAL) Raih Target Kinerja 2023

Pengelola RS Hermina PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) menyusun sejumlah strategi kinerja guna mencapai target pendapatan Rp5,7 triliun sepanjang 2023.
RS Hermina Kemayoran./herminahospital.com
RS Hermina Kemayoran./herminahospital.com

Bisnis.com, JAKARTA — Pengelola RS Hermina PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) menyusun sejumlah strategi kinerja guna mencapai target pendapatan Rp5,7 triliun sepanjang 2023 dengan fokus terhadap pertumbuhan pasien eksekutif.

Direktur utama Medikaloka Hermina Hasmoro mengatakan strategi yang disiapkan oleh Hermina ada efisiensi biaya dan meningkatkan revenue dengan peningkatan pasien eksekutif serta meningkatkan jenis pelayanan spesialistik menjadi subspesialitik. 

“Pasien eksekutif bisa dua kali lipat (revenue) dibandingkan pasien BPJS,” katanya saat konferensi pers, Selasa (30/5/2023). 

Selain menyiapkan strategi pelayanan pasien, Hasmoro mengatakan Hermina sudah melakukan investasi peralatan rumah sakit di 2022 untuk upaya menaikkan pendapatan. 

“2022 lalu capex kita tinggi untuk investasi peralatan rumah sakit,” jelasnya. 

Selain itu, HEAL juga akan berfokus dalam pelayanan prioritas yang diberikannya, seperti layanan penyakit jantung, radioterapi, pelayanan ibu dan anak, neurologi, dan ortopedi.

Pada sisi efisiensi biaya dan beban, Hermina akan menekan biaya untuk pasien BPJS karena target pendapatan dari pasien BPJS sudah ditetapkan. Selain itu Hermina juga berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan menambah jumlah dokter spesialis dan kerja sama dengan fakultas kedokteran dari berbagai universitas. 

Sepanjang 2023, HEAL membidik pendapatan sepanjang 2023 hingga Rp5,7 triliun dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp4,90 triliun. 

Sementara untuk margin EBITDA, HEAL menargetkan angka 28 persen. 

“EBITDA di angka 28 persen, umumnya kita tidak kasih acuan di laba bersih hanya margin EBITDA saja,” ungkap Aristo. 

Sebelumnya sepanjang 2022, kinerja HEAL mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Aristo mengklaim penurunan tersebut disebabkan pada 2021 kinerja HEAL melambung tinggi akibat adanya pandemi Covid-19

“2021 kita buka dan tidak membatasi untuk pasien covid-19. Layanan untuk pasien lebih banyak,” katanya, 

Sehingga pada 2022 kondisi pandemi sudah mulai normal. Namun Aristo mengklaim jika dibandingkan dengan kinerja sebelum pandemi atau 2019, kinerja 2022 dapat tumbuh. Aristo juga bilang kinerja Hermina akan kembali positif sepanjang 2023. 

Hingga kuartal I/2023 HEAL membukukan peningkatan pendapatan sebesar 11,87 persen menjadi Rp1,35 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 1,21 triliun.

Meski demikian laba bersih Hermina justru turun 2,10 persen menjadi Rp 108,9 miliar pada kuartal pertama 2023 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 111,24 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper