Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terregra Asia (TGRA) Siapkan Investasi Rp1 Triliun Bangun 3 PLTM

Terregra Asia Energy (TGRA) akan menyiapkan dana hingga Rp1 triliun untuk membangun tiga proyek Pembangkit Listrik Mikrohidro (PLTM) tahun ini.
Terregra Asia Energy (TGRA) akan menyiapkan dana hingga Rp1 triliun untuk membangun tiga proyek Pembangkit Listrik Mikrohidro (PLTM) tahun ini.
Terregra Asia Energy (TGRA) akan menyiapkan dana hingga Rp1 triliun untuk membangun tiga proyek Pembangkit Listrik Mikrohidro (PLTM) tahun ini.

Bisnis.com, JAKARTA —  Emiten energi terbarukan PT Terregra Asia Energy Tbk. (TGRA) menyampaikan akan menyiapkan dana hingga Rp1 triliun untuk melakukan pembangunan 3 Pembangkit Listrik Mikrohidro (PLTM) tahun ini.

Direktur Terregra Asia Energy Daniel Tagu Dedo menjelaskan tiga PLTM yang akan dibangun ini adalah PLTM Sisira dengan kapasitas 9,8 MegaWatt (MW), PLTM Batang Toru 3 berkapasitas 10 MW, dan PLTM Batang Toru 4 berkapasitas 10 MW.

"Tiga proyek ini mencakup hampir Rp1 triliun, yang investasinya akan dikeluarkan secara bertahap," kata Daniel di Jakarta, Selasa (23/5/2023).

Dia melanjutkan, apabila pihaknya dapat menerbitkan green bond tahun ini, maka pendanaan ketiga proyek ini sebesar Rp500 miliar hingga Rp750 miliar akan didanai sebagian oleh green bond. Sementara itu, sisa pendanaan proyek ini akan dibebankan ke investor yang diajak bekerja sama.

Daniel menjelaskan, selain tiga PLTM tadi, TGRA juga akan membangun dua proyek PLTM lain yakni PLTM Raisan Naga Timbul dan PLTM Raisan Huta Dolok yang masing-masing berkapasitas 7 MW pada tahun depan. Kedua proyek ini diperkirakan akan menghabiskan belanja modal masing-masing US$16 juta.

Saat ini, kata dia, pelaksanaan konstruksi telah dijalankan pada PLTM Sisira dan Batang Toru 3. Sementara itu, PLTM Batang Toru 4 masih menunggu penyelesaian lahan.

TGRA memperkirakan ketiga proyek ini dapat berjalan dalam 18 bulan ke depan, atau di awal 2025.

"Kalau 3 proyek ini berjalan, maka kami bisa mendapatkan hampir Rp180 miliar untuk pendapatan kotor, dengan biaya operasional dan pemeliharaan hanya 5 persen," tutur dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper