Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

RUPS Indosat (ISAT) Bahas Peluang Dividen, Cek Rekomendasi Sahamnya

PT Indosat Tbk. (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) diperkirakan akan memutuskan pembagian dividen dalam RUPST 2022 pada hari ini.
PT Indosat Tbk. (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) diperkirakan akan memutuskan pembagian dividen dalam RUPST 2022 pada hari ini. Bisnis/Eusebio Chrysnamrti
PT Indosat Tbk. (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) diperkirakan akan memutuskan pembagian dividen dalam RUPST 2022 pada hari ini. Bisnis/Eusebio Chrysnamrti

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indosat Tbk. (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dijadwalkan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) 2022 pada Senin (15/5/2023). Investor pun berharap adanya guyuran dividen dari laba bersih ISAT pada 2022.

Manajemen Indosat memaparkan beberapa mata acara RUPST termasuk persetujuan atas penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2022. Adapun, emiten berkode saham ISAT itu menjelaskan bahwa laba bersih yang dibukukan tahun lalu senilai Rp4,72 triliun.

“Perseroan akan mengusulkan kepada rapat untuk menyetujui penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022,” tulis Manajemen ISAT.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, para pemegang saham ISAT menyetujui pembagian dividen kas final sebesar Rp248,06 per saham atau setara dengan jumlah total Rp2,00 triliun untuk tahun buku 2021. Dividen tersebut sebagian besar dibayarkan pada September 2022.

Sebelumnya para pemegang saham menyetujui pembagian dividen kas Rp828,13 per saham atau total Rp4,5 triliun untuk tahun buku 2020. Dividen itu sebagian besar dibayarkan pada Desember 2021.

REKOMENDASI SAHAM

Analis Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi dan Brandon Boedhiman memberikan peringkat overweight untuk emiten di sektor telekomunikasi. Menurutnya, emiten berpotensi mendapat katalis positif dari efek domino bergulirnya proses Pemilu pada semester II/2023. Pemilu 2024 diproyeksi meningkatkan traffic data di Indonesia pada tahun ini.

Selain itu, kompetisi yang makin matang di industri telekomunikasi juga dinilai sebagai angin segar. Meski begitu, kompetisi di bisnis fixed broadband diperkirakan tetap ketat pada 2023 lantaran penetrasi fiber yang masih relatif rendah sekitar 30 persen dan masih terkonsentrasi di kota-kota besar.

Di sektor ini, saham ISAT menjadi pilihan teratas dengan rekomendasi beli dan target harga Rp10.500.

“Hal itu mempertimbangkan impak integrasi jaringan IoH pada kuartal I/2023, pertumbuhan pelanggan secara anorganik, dan neraca keuangan yang berkembang sehingga menempatkan IoH pada posisi yang strategis untuk berpartisipasi dalam lelang spektrum pada semester II/2023,” tulis Jonathan dan Brandon dalam riset yang dikutip Senin (1/5).

Laba bersih ISAT tercatat sebesar Rp929,06 miliar pada kuartal I/2023 atau melesat 621,66 persen YoY dari Rp128,74 miliar pada periode yang sama tahun lalu, ditopang pertumbuhan pendapatan.

Pendapatan Indosat selama 3 bulan pertama 2023 tercatat meningkat 9,9 persen YoY menjadi Rp11,94 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp10,87 triliun. Namun, penjualan pada kuartal I/2023 lebih rendah 2,3 persen daripada capaian kuartal IV/2022 sebesar Rp12,21 triliun.

Pendapatan segmen selular naik 9,4 persen YoY menjadi Rp10,25 triliun. Sementara itu, pendapatan segmen MIDI naik 11,2 persen YoY menjadi Rp1,45 triliun dan pendapatan segmen telekomunikasi tetap tercatat naik 24,4 persen YoY menjadi Rp232,1 miliar.

Pada perdagangan hari ini pukul 09.46 WIB, saham ISAT turun 50 poin atau 0,64 persen menjadi Rp7.750. Namun, saham ISAT masih naik 25,51 persen sepanjang 2023. Kapitalisasi pasarnya Rp62,49 triliun dengan valuasi PER 16,81 kali.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper