Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Green Bond Pertamina Geothermal (PGEO) Laris Manis Diburu Investor

Pelaku pasar merespons positif penerbitan green bond PGEO senilai US$400 juta.
Pengecekan rutin pembangkit listrik tenaga panas bumi milik PT. Pertamina Geothermal Energy/JIBI-Nurul Hidayat
Pengecekan rutin pembangkit listrik tenaga panas bumi milik PT. Pertamina Geothermal Energy/JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA- Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) bertahan di zona hijau hingga perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu (10/5/2023). Penguatan saham merespons tuntasnya penerbitan obligasi global berwawasan hijau (green bond) senilai US$400 juta atau setara Rp5,9 triliun. 

Pada perdagangan sesi pertama hari ini, saham PGEO menguat 1,30 persen atau 10 poin ke Rp780. Saham PGEO bergerak pada rentang 760-785. Price to earning ratio (PER) PGEO berada di level 12,22 kali dengan kapitalisasi pasar Rp32,29 triliun.

Adapun penerbitan green bond PGEO meraup permintaan hingga US$3,3 miliar. Dengan demikian, terjadi kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 8,25 kali.

Menurut Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto respon positif pelaku pasar atas penerbitan green bond PGEO ditopang oleh sejumlah hal. Salah satunya, tingginya minat investor didasarkan pada performa perusahaan yang terbukti positif bagus di sepanjang tahun lalu.

"Selain itu, posisi PGEO sebagai pemain utama dari bisnis penghasil energi yang ramah lingkungan. Ini penting, karena akan menjadi penopang utama kesinambungan bisnis perseroan ke depan," ujar Myrdal dalam keterangannya.

Sebelumnya PGEO telah menandatangani purchase agreement dengan beberapa pihak selaku Initial Purchasers, Joint Global Coordinators dan Joint Bookrunners (JBR) pada 20 April 2023, terkait dengan penerbitan green bond

Para JBR tersebut adalah Australia and New Zealand Banking Group Limited, BNP Paribas, Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd., The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Mandiri Securities Pte. Ltd., MUFG Securities Asia Limited Singapore Branch, dan SMBC Nikko Securities (Hong Kong) Limited and United Overseas Bank Limited.

“Berdasarkan Purchase Agreement, perseroan menunjuk JBR untuk melakukan penawaran dan penjualan Surat Utang kepada investor di luar wilayah Indonesia. Purchase Agreement diatur berdasarkan hukum Negara Bagian New York, Amerika Serikat,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi dikutip Minggu (23/4/2023).

Manajemen juga mengatakan surat utang tersebut telah mendapatkan peringkat Baa3 (Stable) dari Moody’s dan BBB- (Stable) dari Fitch.

PGEO akan menggunakan dana dari utang tersebut untuk melunasi seluruh sisa utang dengan Mandated Lead Arrangers, Kreditur Sindikasi Awal dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebagai Facility Agent yang akan jatuh tempo pada 23 Juni 2023 (Facilities Agreement).

“Rencana penggunaan dana tersebut telah sesuai dengan Eligibility Criteria yang telah ditetapkan dalam Green Financing Framework perseroan,” ujar manajemen.

Manajemen mengatakan penerbitan surat utang tersebut diharapkan dapat memberikan keleluasan lebih bagi PGEO dalam merencanakan dan menjalankan bisnis. Hal ini juga akan berdampak pada perkembangan kegiatan usaha dari PGEO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper