Laba Emiten Afiliasi Low Tuck Kwong (MYOH) Melesat 133 Persen pada Kuartal I/2023

Emiten jasa tambang batu bara milik Low Tuck Kwong, PT Samindo Resources Tbk. (MYOH) mencatatkan kenaikan laba hingga 133 persen pada kuartal I/2023.
Emiten jasa tambang batu bara milik Low Tuck Kwong, PT Samindo Resources Tbk. (MYOH) menorehkan kinerja gemilang pada kuartal I/2023 dengan membukukan kenaikan laba bersih hingga 133 persen menjadi US$4,43 juta atau Rp66,45 miliar./samindoresources.com
Emiten jasa tambang batu bara milik Low Tuck Kwong, PT Samindo Resources Tbk. (MYOH) menorehkan kinerja gemilang pada kuartal I/2023 dengan membukukan kenaikan laba bersih hingga 133 persen menjadi US$4,43 juta atau Rp66,45 miliar./samindoresources.com

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten jasa tambang batu bara milik Low Tuck Kwong, PT Samindo Resources Tbk. (MYOH) menorehkan kinerja gemilang sepanjang tiga bulan pertama 2023 dengan membukukan kenaikan laba bersih hingga 133 persen menjadi US$4,43 juta atau Rp66,45 miliar (Kurs Jisdor 31 Maret Rp14.977).

Berdasarkan laporan keuangan emiten yang 14,18 persen sahamnya dimiliki oleh konglomerat Low Tuck Kwong ini, pendapatan MYOH sejatinya turun 4,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$,31,17 juta.

Pendapatan paling besar disumbang oleh jasa pemindahan tanah dan pengambilan batu bara, yang salah satunya bekerja sama dengan PT Kideco Jaya Agung, senilai US$19,63 juta. Sisanya, dari jasa pengangkutan batu bara sebesar US$9,60 juta, dan dari jasa pengeboran, eksplorasi, dan lainnya senilai US$467,01 ribu.

Meski Pendapatan turun, biaya pokok pendapatan MYOH mengecil menjadi US$26,19 juta pada kuartal I/2022, dari sebelumnya US$27,45 juta, sehingga menghasilkan laba kotor senilai US$3,50 juta, dari tahun sebelumnya US$3,72 juta.

Setelah dikurangi berbagai beban yang berhasil diefisienkan, MYOH mencatatkan laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$4,43 juta atau naik hingga 133 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$1,89 juta.

Sementara itu, jumlah aset MYOH naik 2,27 persen dari US$169,48 juta di akhir tahun 2022 menjadi US$173,33 juta pada tiga bulan pertama tahun ini. Di sisi lain, jumlah liabilitas menurun 5,97 persen dari US$20,84 juta pada 31 Desember 2022 menjadi US$19,60 juta pada 31 Maret 2023.

Sebelumnya, manajemen MYOH menyampaikan pada April lalu telah mengantongi perpanjangan kontrak pertambangan dari entitas usaha PT Indika Energy Tbk. (INDY), PT Kideco Jaya Agung.

Manajemen MYOH dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan perpanjangan kontrak pertambangan tersebut diperoleh oleh entitas anak perusahaan PT SIMS Jaya Kaltim, PT Samindo Utama Kaltim, PT Trasindo Murni Perkasa, dan PT Mintec Abadi.

Manejemen menjelaskan kontrak yang diperoleh SIMS Jaya Kaltim merupakan kontrak untuk melakukan pekerjaan pemindahan batuan penutup dan produksi batu bara. Kontrak ini diperoleh pada 31 Maret 2023. 

"Kontrak kerja sama tersebut berlangsung sejak 31 Maret 2023 sampai 31 Maret 2024," kata manajemen, Selasa (4/4/2023). 

Selanjutnya yakni kontrak Samindo Utama Kaltim untuk melakukan pekerjaan pemindahan batuan penutup dan produksi batu bara Kideco Jaya Agung. Kontrak kerja sama ini berlangsung sejak 31 Desember 2022 sampai 31 Desember 2032. 

Kemudian anak usaha selanjutnya yang memperoleh kontrak dari Kideco adalah Trasindo Murni Perkasa. Trasindo Murni Perkasa akan melakukan pekerjaan pemindahan batuan penutup dan produksi batu bara bagi Kideco Jaya Agung.

Kontrak Trasindo Jaya Agung dengan Kideco ini berlangsung sejak 31 Desember 2022 sampai 31 Desember 2032. 

Terakhir adalah kontrak yang diperoleh Mintec Abadi dari Kideco. Mintec akan melakukan pekerjaan pengeboran dan eksplorasi kawasan yang belum dikembangkan.  Kontrak kerja sama ini berlangsung tanggal 31 Maret 2023, sampai 31 Maret 2024. 

Pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Jumat (26/04/2023), saham MYOH naik 0,67 persen atau 10 poin ke level 1.510. Sepanjang perdagangan, saham MYOH diperdagangkan sebanyak 800 lebar dengan total nilai Rp1,2 juta. Transaksi tercatat terjadi sebanyak 2 kali. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper