Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Ditutup Melejit 1,06 Persen, Saham GOTO & BUKA Tebar Cuan

Sebanyak 344 saham menguat, 207 saham melemah, dan 166 saham stagnan pada penutupan IHSG hari ini.
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (9/8/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (9/8/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ditutup melejit 1,06 persen atau 70,64 poin ke 6.762,25.

Sepanjang perdagangan Jumat (24/3/2023), IHSG bergerak di kisaran 6.696.44-6.776,90. Sebanyak 344 saham menguat, 207 saham melemah, dan 166 saham stagnan. Kapitalisasi pasar parkir di Rp9.421,93 triliun.

Saham emiten teknologi seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) naik 4,55 persen, saham PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) menguat 4,42 persen, dan saham PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) terapresiasi 4,37 persen.

Saham-saham bank besar juga ikut melenggang di zona hijau. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menanjak 3,82 persen, saham PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) melesat 3,81 persen, dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) melambung 4,34 persen.

Analis sebelumnya sudah memperkirakan IHSG hari ini rebound. IHSG diperkirakan tidak banyak terpengaruh oleh keputusan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin karena sudah diantisipasi dan tidak ada kepanikan dari pelaku pasar. Di sisi lain, sepinya nilai transaksi saham disebabkan oleh periode Ramadan yang secara historis cenderung sepi dari biasanya.

Tim Analis Indo Premier Sekuritas menyebutkan IHSG pada perdagangan Jumat (24/3/2023) menyiratkan sinyal bullish sehingga indeks akan menuju rentang target kenaikan berikutnya.

"Indeks ditutup di atas EMA5,10 dan membentuk pola white closing marubozu yang merupakan sinyal bullish continuation, dengan indeks stochastic netral dan MACD histogram convergence negatif,” jelas Tim Analis Indo Premier Sekuritas dalam riset, Jumat (24/3/2023).

Analis memperkirakan target kenaikan indeks selanjutnya akan bergerak pada level 6.730 kemudian 6.770 dengan support di level 6.650 kemudian 6.610.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper