Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Ditutup Menguat, Saham ARTO, PTBA, hingga BBNI Panen Cuan

IHSG ditutup menguat 0,35 persen ke level 6.799 padaperdagangan hari ini (9/3/2023). Saham big caps ARTO, PTBA hingga BNI panen cuan dengan naik paling tinggi.
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/9/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/9/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,35 persen atau 23,4 poin ke level 6.799 pada perdagangan Kamis (9/3/2023). Saham bank ARTO, PTBA, dan BBNI menjadi saham berkapitalisasi besar dengan kenaikan tertinggi hari ini.

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 254 saham menguat, 253 saham melemah, dan 225 saham stagnan. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.794-6.824. Kapitalisasi pasar tercatat menjadi Rp9.455 triliun.

Saham ARTO naik 5,86 persen ke level 2.710 pada perdagangan hari ini, menjadi saham big caps dengan kenaikan tertinggi hari ini.

Kenaikan saham ARTO disusul oleh saham BBNI yang naik 3,10 persen ke level 9.150, dan saham PTBA naik 2,07 persen ke level 3.940 pada hari ini.

Sementara itu, saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers adalah saham SAGE yang naik 28,15 persen ke level 173. Peningkatan saham ini disusul oleh saham pendatang baru milik Prajogo Pangestu CUAN yang naik 24,82 persen, dan saham MKTR yang naik 19,05 persen.

Sebelumnya, Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan IHSG berpotensi lanjutkan rebound ke kisaran 6.800 di Kamis (9/3/2023).

Secara teknikal, pola hammer di Rabu (8/3/2023) memperkuat potensi rebound lanjutan. Stochastic RSI berpeluang membentuk golden cross di oversold area. Rebound tersebut akan memvalidasi indikasi meredanya tekanan jual pada IHSG.

Sentimen yang membayangi IHSG adalah potensi kenaikan The Fed Rate sebesar 50 bps di FOMC 22 Maret 2023 mendatang. Hal ini memicu spekulasi bahwa RDG BI akan lebih dulu menaikan sukubunga acuan sebesar 50 bps.

Meski demikian, kondisi sebaliknya justru ditunjukan data domestik, yaitu Indonesia Consumer Confidence Index di 122.4 di Februari 2023, relatif bertahan dari 123 di Januari 2023. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa konsumsi domestik masih cukup kuat dan diperkirakan dapat menopang laju pertumbuhan ekonomi di kuartal I/2023.

Mempertimbangkan sentimen di atas, potensi rebound lanjutan pada TLKM, JSMR, CPIN, UNVR dan TOWR dapat dipertimbangkan. Selain itu, potensi buy on news pada BBCA dan BBNI juga dapat dicermati pada hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper