Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Naik Sesi I, Saham BBNI-BMRI Jadi Pendorong

Saham BBNI-BMRI menjadi pendorong IHSG pada sesi I menembus level 6.805.
Saham BBNI-BMRI menjadi pendorong IHSG pada sesi I menembus level 6.805. Bisnis/Suselo Jati
Saham BBNI-BMRI menjadi pendorong IHSG pada sesi I menembus level 6.805. Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil naik pada sesi I perdagangan Kamis (9/3/2023), seiring dengan penguatan saham BBNI-BMRI dan lompatan saham emiten baru.

IHSG naik 0,43 persen atau 28,9 poin menjadi 6.805,27 pada akhir sesi I. IHSG sempat bergerak ke posisi tertinggi 6.824,66 setelah pembukaan, kemudian menyentuh posisi terendah di 6.794,62.

Sebanyak 259 saham menghijau, 254 saham melemah, dan 213 saham di posisi yang sama dengan penutupan perdagangan kemarin. Total transaksi Rp4,2 triliun dan kapitalisasi pasar Rp9.456,76 triliun.

Sementara itu, saham-saham penghuni top 10 big cap terpantau mengawali perdagangan di zona hijau. Sampai pukul 09.03 WIB, BBNI memimpin kenaikan dengan penguatan 3,1 persen sehingga berada di Rp9.150. Kemudian TPIA menyusul dengan kenaikan 1,84 persen ke harga Rp2.210, BMRI naik 1,46 persen, TLKM menguat 1,52 persen, dan ASII menguat 0,69 persen.

Saham pendatang baru  SAGE masih memimpin daftar top gainers dengan kenaikan 26,67 persen pada awal perdagangan sehingga dibanderol Rp171. Selanjutnya saham CUAN menyusul dengan kenaikan 24,82 persen naik ke Rp342.

Sementara itu, AMAN menjadi top losers dengan koreksi 6,92 persen, disusul AMAN INPS 6,9 persen persen dan WSKT melemah 6,82 persen.

Phintraco Sekuritas  dalam risetnya mengatakan IHSG berpotensi melanjutkan rebound ke kisaran 6.800 pada perdagangan hari ini. Secara teknikal, pola hammer pada Rabu (8/3/2023) memperkuat potensi rebound lanjutan.

“Stochastic RSI berpeluang membentuk golden cross di oversold area. Rebound tersebut akan memvalidasi indikasi meredanya tekanan jual pada IHSG,” tulis Phintraco.

Sementara itu, IHSG masih dibayangi sentimen potensi kenaikan The Fed Rate sebesar 50 basis poin pada FOMC 22 Maret 2023 mendatang. Hal ini memicu spekulasi bahwa Bank Indonesia akan lebih dulu menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps.

Meski demikian, kondisi sebaliknya justru ditunjukkan data domestik, yaitu Indonesia Consumer Confidence Index di 122,4 pada Februari 2023, relatif bertahan dari 123 di Januari 2023. Hal itu memperkuat keyakinan bahwa konsumsi domestik masih cukup kuat dan diperkirakan dapat menopang laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper