Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba Bersih XL Axiata (EXCL) Terkoreksi, Simak Potensi Rebound 2023

Analis melihat XL Axiata (EXCL) berpotensi meningkatkan pendapatan dan laba bersih pada 2023.
Karyawan melayani pelanggan di salah satu XL Center di Jakarta, Minggu (30/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melayani pelanggan di salah satu XL Center di Jakarta, Minggu (30/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk. (EXCL) membukukan peningkatan pendapatan Rp29,2 triliun atau naik 9 persen dibandingkan 2021 sebesar Rp26,76 triliun. Analis melihat XL Axiata berpotensi meraih pendapatan di kisaran mid-single digit pada 2023.

Research and Consulting Infovesta Utama Nicodemus Anggi melihat prospek kinerja emiten berkode saham EXCL masih akan menjanjikan pada 2023. Meski mencatatkan laba bersih yang menurun 13,8 persen menjadi Rp1,1 triliun pada 2022. Dia memproyeksikan pendapatan dan laba bersih EXCL tumbuh antara 5 persen sampai 6 persen secara tahunan.

"Katalis positif berasal dari luasnya market share atau basis pelanggan setia, potensi kenaikan harga jual paket data, dan terus berlangsungnya inovasi dalam hal bisnis seperti integrasi dengan Link Net," ujar Nicodemus dihubungi Senin (20/2/2023). 

Selain itu, menurutnya penghentian 3G yang akan menurunkan biaya maintenance membuat segmen jaringan 4G lebih terfokus dapat menjadi katalis positif bagi kinerja EXCL.

Dia melanjutkan, tahun ini akan menjadi awal periode kampanye yang berpotensi mendorong semakin tingginya trafik data. Nicodemus memperkirakan EXCL menjadi salah satu emiten telekomunikasi yang mendapatkan manfaat terkait sentimen ini.

Adapun Nicodemus melihat tantangan bagi EXCL berasal dari kompetitor domestik, yang mengharuskan EXCL menjaga kualitas kecepatan datanya.  "Jika kualitas kecepatan penggunaan data EXCL suka bermasalah atau lebih lambat dibanding kompetitor, maka akan menjadi sentimen negatif," tutur dia.

Sementara itu Analis Phillip Sekuritas Edo Ardiansyah dalam risetnya menjelaskan pihaknya melihat tahun lalu EXCL secara agresif mengejar visinya menjadi operator konvergensi nomor satu di Indonesia, dengan memfokuskan usahanya untuk menghadirkan pangalaman konsumen yang lebih baik.

"Beberapa inisiatif yang diambil EXCL, dalam opini kami, akan membuka jalan untuk pertumbuhan yang lebih resilien dan akan memastikan perusahaan tetap terdepan dalam persaingan," tulis Edo. 

Dia mencontohkan pada kuartal II/2022, EXCL meluncurkan XL Satu Fiber, layanan konvergensi di Indonesia pertama yang memungkinkan pelanggan untuk menerima layanan berbasis serat optik serta layanan selular dalam satu kesatuan produk. 

Adapun Phillip Sekuritas melihat outlook EXCL pada 2023 lebih cerah dengan pertumbuhan top line yang akan meningkat menjadi 10,7 persen, dengan bottom line diperkirakan melonjak 44,6 persen.

Phillip Sekuritas menegaskan rating beli saham EXCL, berdasarkan target price (TP) atau target harga Rp3.230 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper