Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Live

Pergerakan Harga Emas Hari Ini Terdorong Badai PHK Emiten AS

Harga emas hari ini berpeluang dibeli selama bergerak di atas level support US$1.942 per troy ounce.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 26 Januari 2023  |  14:29 WIB
Pergerakan Harga Emas Hari Ini Terdorong Badai PHK Emiten AS
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas hari ini berpotensi melanjutkan penguatan terdorong oleh fluktuasi dolar AS.

Tim analis Monex Investindo Futures memprediksi harga emas berpeluang bergerak naik hari ini di tengah outlook melemahnya dolar AS akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi AS dan prospek melambatnya laju kenaikan suku bunga AS.

Harga emas berpeluang dibeli selama bergerak di atas level support US$1.942 per troy ounce, karena berpotensi bergerak naik membidik resistance terdekat US$1.954 per troy ounce,” jelas analis Monex dalam riset Kamis (26/1/2023).

Namun, apabila emas bergerak turun hingga menembus ke bawah US$1.942 per troy ounce, maka emas berpeluang dijual karena berpotensi melemah lebih lanjut menguji support selanjutnya di US$1.934 per troy ounce.

Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS merosot mendekati level terendah delapan bulan terhadap mata uang lainnya pada Kamis (26/1/2023), karena musim laporan keuangan perusahaan AS yang suram memicu kekhawatiran resesi. Sementara itu, investor juga tetap waspada menjelang serangkaian pertemuan bank sentral minggu depan.

Pendapatan emiten yang melemah dan panduan dari perusahaan AS tahun ini serta serangkaian PHK sektor teknologi telah memperdalam kekhawatiran akan penurunan ekonomi di Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat investor mengurangi ekspektasi tentang berapa lama lagi Federal Reserve perlu menaikkan suku bunga secara agresif.

Komite penetapan kebijakan The Fed akan memulai pertemuan dua hari minggu depan, dan pasar memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin, turun dari kenaikan 50 bps dan 75 bps bank sentral yang terlihat tahun lalu.

Pelaku pasar juga menanti langkah pembuat kebijakan di Bank Inggris dan Bank Sentral Eropa (ECB), yang akan bertemu minggu depan. Para bank sentral tersebut diperkirakan akan mengerek suku bunga 50 bps. Adapun Bank Sentral Eropa diprediksi akan tetap hawkish.

15:25 WIB

Emas Comex dan spot kompak turun

Harga emas spot melemah 0,21 persen atau 4,07 poin ke US$1.942,04 per troy ounce pada 15.20 WIB.

Sementara itu, emas Comex kontrak April 2023 turun 0,09 persen atau 1,70 ke US$1.957,70 per troy ounce. 

14:20 WIB

Emas Comex naik 0,04 persen

Harga emas spot melemah 0,28 persen atau 5,43 poin ke US$1.940,58 per troy ounce pada 14.19 WIB. 

Sementara itu, emas Comex kontrak April 2023 naik 0,04 persen atau 0,70 poin ke US$1.960,10 per troy ounce. 

11:49 WIB

Emas Comex melejit 0,27 persen

Harga emas spot menguat 0,06 persen atau 1,11 poin ke US$1.947,22 per troy ounce pada 11.50 WIB.

Adapun emas Comex kontrak April 2023 naik 0,27 persen atau 5,20 poin ke US$1.964,60 per troy ounce. 

10:44 WIB

Emas Comex naik 0,08 persen

Harga emas spot naik 0,08 persen atau 1,60 poin ke US$1.947,71 per troy ounce pada 10.38 WIB.

Sementara itu, emas Comex kontrak April 2023 naik 0,21 persen atau 4,10 poin ke US$1.963,50 per troy ounce. 

09:08 WIB

Emas Comex dan spot beda arah

Harga emas spot melemah 0,04 persen atau 0,84 poin ke US$1.945,27 per troy ounce pada 09.02 WIB.

Sementara itu, harga emas Comex kontrak April 2023 naik 0,15 persen atau 2,90 poin ke US$1.962,30 per troy ounce. 

Sumber : Bloomberg


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini logam mulia harga emas comex

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top