Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Naik 5 Hari Beruntun, Sinyal Inflasi AS Menjinak

Emas telah naik selama lima sesi perdagangan berturut-turut, kenaikan beruntun terpanjang sejak Agustus 2022.
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US$2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS./Bloomberg
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US$2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas global menguat pada akhir perdagangan Rabu (25/1/2023) waktu setempat, memperpanjang keuntungan untuk sesi kelima berturut-turut, karena dolar melemah dan investor terus memantau data ekonomi AS yang dapat mempengaruhi pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) pekan depan.

Mengutip Antara, Kamis (25/1/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Divisi Comex New York Exchange bertambah US$7,20 atau 0,37 persen menjadi ditutup pada US$1.942,60 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi US$1.943,20 dan terendah US$1.920,60.

Harga emas berjangka terangkat US$6,80 atau 0,35 persen menjadi US$1.935,40 pada Selasa (24/1/2023), setelah menguat US$0,40 atau 0,02 persen menjadi US$1.928,60 pada Senin (23/1/2023), dan meningkat US$4,30 atau 0,22 persen menjadi US$1.928,20 pada Jumat (20/1/2023).

Emas telah naik selama lima sesi perdagangan berturut-turut, kenaikan beruntun terpanjang sejak Agustus 2022. Harga emas telah naik hampir 6,0 persen sejak awal tahun 2023, mendapat dukungan dari tanda-tanda penurunan inflasi AS dan ekspektasi resesi ekonomi.

Dolar AS melemah pada Rabu (25/1/2023) waktu setempat, dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,27 persen menjadi 101,6440, membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang asing lainnya.

"Pergerakan emas dipicu oleh perubahan sentimen dalam seberapa cepat Fed akan menghentikan kenaikan suku bunganya, bersama dengan melemahnya dolar AS," kata Analis Pasar Kinesis Money, Rupert Rowling. 

Menurutnya emas akan membutuhkan katalis baru untuk mendorong harga lebih tinggi dari level tinggi yang sudah diperdagangkan.

Para analis pasar mencatat bahwa emas telah menemukan dukungan di sekitar US$1.920 per ounce. Investor juga menunggu rilis data produk domestik bruto pada Kamis waktu setempat dan data inflasi utama pada Jumat (27/1/2023).

Komite Pasar Terbuka Federal akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter dua hari pada 31 Januari hingga 1 Februari.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 19,2 sen atau 0,81 persen, menjadi menetap pada US$23,941 per ounce. Platinum untuk pengiriman April merosot US$20,70 atau 1,94 persen, menjadi ditutup pada US$1.046,10 per ounce.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Newswire
Editor : Farid Firdaus
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper