Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Adani Group Milik Orang Terkaya Asia Dituduh Manipulasi Akuntansi

Laporan investigasi Hindenburg Research menyebut Adani Group milik Gautam Adani melakukan manipulasi pasar dan skandal penipuan akuntansi.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 25 Januari 2023  |  13:58 WIB
Adani Group Milik Orang Terkaya Asia Dituduh Manipulasi Akuntansi
CEO Adani Group Gautam Adani - Business Insider
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Saham Adani Group milik orang terkaya di Asia, Gautam Adani merosot usai laporan Hindenburg Research yang menuduh Adani Group melakukan manipulasi pasar dan skandal penipuan akuntansi.

Hindenburg Research merupakan perusahaan riset investasi asal Amerika Serikat yang fokus pada aktivis short-selling. Perusahaan ini kerap membuat laporan publik melalui situs webnya terkait penipuan dan penyimpangan sebuah perusahaan. Hari ini, Hindenbourg Research merilis laporan investigasi berjudul Adani Group: How The World’s 3rd Richest Man Is Pulling The Largest Con In Corporate History.

Mengutip Bloomberg, Rabu (25/1/2023), saham Adani Enterprises dan Adani Ports and Special Economic Zone turun masing-masing sebanyak 2,5 persen dan 5 persen pada Selasa (24/1/2023) waktu setempat setelah Hindenburg melaporkan tuduhan malpraktik perusahaan setelah penyelidikan selama dua tahun terhadap perusahaan taipan tersebut. Saham produsen semen ACC dan Ambuja Cements yang diakuisisi oleh Adani baru-baru ini juga ikut anjlok.

Laporan Hindenburg merinci jaringan perusahaan cangkang offshore yang dikendalikan keluarga Adani di wilayah tax haven, seperti Karibia, Mauritius, dan Uni Emirat Arab. Menurut investigasi Hindenburg, perusahaan cangkang tersebut digunakan untuk memfasilitasi korupsi, pencucian uang, dan pencurian pembayar pajak, sambil menyedot uang dari para perusahaan tercatat Adani Group.

Perwakilan Grup Adani tidak segera menanggapi telepon dan email yang meminta komentar Bloomberg.

Adapun laporan Hindenburg dirilis pada hari yang sama ketika penjualan saham utama dari Adani Enterprises, yang ditujukan untuk menarik jaringan investor dimulai.

Laporan Hindenburg juga bersamaan dengan periode penting manuver bisnis Gautam Adani. Saat ini Adani tengah berusaha untuk meningkatkan profil internasionalnya dan secara agresif merambah bisnis baru, termasuk semen dan media di India, di mana dia terlihat menikmati hubungan dekat dengan Perdana Menteri Narendra Modi. Rencana ekspansi kerajaan bisnis Adani disebut sangat selaras dengan pembangunan pemerintah dan tujuan ekonomi.

Berdasarkan Indeks Miliarder Bloomberg tahun lalu, kekayaan Adani meroket hingga melewati para konglomerat seperti Bill Gates dan Warren Buffett. Sekarang kekayaan Adani mencapai US$118,9 miliar, sehingga menjadikannya orang terkaya keempat di dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gautam Adani adani group orang terkaya investigasi

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top