Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kekayaan Elon Musk Melonjak Rp157 Triliun dalam 2 Hari, Kok Bisa?

Lonjakan nilai kekayaan Elon Musk ini merupakan kenaikan dua hari terbesar sejak November 2022.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 24 Januari 2023  |  14:28 WIB
Kekayaan Elon Musk Melonjak Rp157 Triliun dalam 2 Hari, Kok Bisa?
Elon Musk - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Hanya dalam waktu dua hari, nilai kekayaan crazy rich Elon Musk membengkak sekitar US$10,6 miliar atau setara Rp157,83 triliun, menjadi US$145,2 miliar atau setara Rp2.161 triliun.

Kenaikan ini terjadi selama Musk memberikan kesaksian di depan juri pengadilan San Francisco mengenai cuitan kontroversialnya di Twitter pada 2018 mengenai usulan Tesla untuk go private.

Berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index, Selasa (24/1/2023), lonjakan nilai kekayaan Elon Musk ini merupakan kenaikan dua hari terbesar sejak November 2022. Kekayaan bersihnya telah pulih tahun ini bersama dengan mayoritas dari 500 orang terkaya dunia karena pasar bangkit kembali dari tahun 2022 yang bergejolak.

Dalam kesaksian di hari kedua, Senin (23/1/2023) waktu setempat, CEO Tesla ini mengatakan kepada pengadilan federal San Francisco bahwa dia bisa saja menjual saham SpaceX untuk membeli saham Tesla dan menjadikannya perusahaan privat pada 2018. Saat itu, dia adalah CEO dan pemegang saham terbesar kedua perusahaan.

Melansir The Verge, Musk dituntut oleh pemegang saham Tesla atas serangkaian tweet yang dia lempar di Twitter pada Agustus 2018. Ketika itu dia menyebut telah ‘mengamankan dana’ untuk membeli saham Tesla seharga US$420 per saham, dan bahwa dukungan investor untuk kesepakatan semacam itu telah dikonfirmasi. Perdagangan saham Tesla sempat dihentikan usai cuitan tersebut, dan harga sahamnya tetap tidak stabil selama berminggu-minggu.

Pemegang saham dalam gugatan class action menuduh bahwa tweet Musk ceroboh dan salah.

Musk kemudian mengklaim bahwa dia memiliki komitmen verbal dari Sovereign Wealth Fund (SWF) Arab Saudi. Namun, kesepakatan itu tidak pernah terwujud.

Selama melakukan kesaksian, Musk mengklaim bahwa alasan lain dia mengatakan telah "mendapatkan dana" untuk kesepakatan pada tahun 2018 adalah karena dia dapat menjual saham SpaceX.

Musk berkata di bawah sumpah, “Saham SpaceX sendiri berarti 'pendanaan dijamin' dengan sendirinya. Bukannya saya ingin menjual saham SpaceX tetapi saya bisa, dan jika Anda melihat transaksi Twitter, itulah yang saya lakukan. Saya menjual saham Tesla untuk menyelesaikan transaksi Twitter. Dan saya akan melakukan hal yang sama di sini,” jelasnya.

Musk tidak mengatakan secara rinci berapa banyak saham SpaceX yang bisa dia jual, kepada siapa, dan berapa harga untuk membiayai pembelian Tesla.

Pada April 2018, SpaceX mengatakan dalam pengajuan Komisi Sekuritas dan Bursa AS bahwa perusahaan telah mengumpulkan sekitar US$214 juta sebagai bagian dari putaran pembiayaan di mana mereka mencari lebih dari US$500 juta dalam total pendanaan ekuitas.

Seorang pengacara pemegang saham Tesla, Nicholas L. Porritt dari Levi & Korsinsky, bertanya kepada Musk apakah harga yang dia sarankan untuk saham Tesla adalah lelucon.

Musk bersikeras bahwa ini kebetulan. "Saya kira, ada beberapa karma sekitar US$420 per saham... Saya harus mempertanyakan apakah itu karma baik atau buruk pada saat ini,” jelas Musk. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

elon musk tesla SpaceX orang kaya twitter

Sumber : Bloomberg/The Verge

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top